Lumajang (beritajatim.com) – Biaya yang harus dikeluarkan untuk pengobatan Dewangga Naufal Naufal Al Yusen (13), korban keracunan larutan Hydrochloric Acid (HCL) di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur tercatat mencapai Rp 225 juta.
Hal ini membuat pihak keluarga sangat kesulitan jika harus menanggung pembiayaan sendiri. Sehingga, mereka memutuskan membuka dan menerima penggalangan donasi untuk biaya pengobatan.
Sebelumnya diberitakan, Dewangga yang merupakan santri di Pondok Pesantren (Ponpes) Asy-Syarify 01 Desa Pandanwangi, Kecamatan Tempeh, Kabupaten Lumajang, mengalami masalah saluran pencernaan serius.
Dewangga diduga sengaja diberikan temannya larutan Hydrochloric Acid (HCL) atau asam klorida yang dimasukan dalam sebuah botol minuman kemasan pada 10 Juli 2025.
Setelah meminum larutan HCL itu, Dewangga kini hanya terbaring lemas di tempat tidur rumahnya karena mengalami penyumbatan saluran lambung ke usus.
Setiap harinya, putra sulung dari pasangan Arif Yusin (37) dan Ratna Purwati (38) ini memerlukan susu dan obat khusus sebagai pengganti makanan.
Ibu Dewangga Ratna Purwati mengatakan, anaknya masih belum bisa menerima makanan apapun. Sebab, jika dipaksa setiap makanan yang masuk akan dimuntahkan kembali.
Untuk itu, setiap harinya Dewangga membutuhkan dua kaleng susu dan obat khusus seharga Rp 1 juta. Untuk susu akan disuntikkan lewat selang langsung ke perutnya setiap satu jam sekali.
“Jadi biaya untuk susunya satu hari itu sama obat khusus bisa sampai Rp 1 juta,” terang Ratna di kediamannya, Selasa (30/9/2025).
Biaya yang harus dikeluarkan setiap hari ini dirasa sangat memberatkan bagi keluarga. Terlebih lagi, ayah Dewangga hanya seorang buruh kasar di pabrik kayu.
“Inikan kalau saya hanya di rumah, ayahnya kerja di pabrik kayu dan penghasilannya hanya dari itu saja,” tambah Ratna.
Untuk membantu keluarga korban, pihak Ponpes Asy-Syarifiy 01 sudah membuka donasi untuk penyembuhan Dewangga melalui kitabisa.com di link https://kitabisa.com/campaign/pedulidewanggayangtengahberjuang?utm_source=socialsharing_donor_web_undefined&utm_medium=share_campaign_copas&utm_campaign=share_detail_campaign.
Penggalangan donasi ini diketahui akan dibuka sampai 116 hari kedepan dengan target pengumpulan Rp 225.000.000.
Selain itu, keluarga Dewangga juga membuka donasi melalui rekening pribadi ibu korban di nomor rekening BCA 3870361580 atas nama Ratna Purwati.
“Sebenarnya dari pondok sudah buka donasi lewat kitabisa.com, tapi kan proses pencairannya lama, sedangkan kebutuhan susu dan obatnya setiap hari, tapi semoga bisa terpenuhi donasinya,” ungkap Ratna. (has/ted)






