Gresik (beritajatim.com)- Mantan kapten timnas Evan Dimas Darmono masih memiliki magnet tersendiri. Pemain yang menempati gelandang serang itu, berbagi ilmu dengan pemain cilik yang tergabung di Academy Gresik Football (Greefo).
Kehadiran Evan Dimas banyak dieluk-elukan puluhan pemain. Pemain yang pernah digadang-gadang menjadi wonderkid itu memberi coaching clinic bagaimana passing bola yang benar serta kerjasama tim dihadapan anak-anak.
Moment Evan Dimas memperagakan cara menggocek bola banyak diabadikan oleh orang tua yang mengantar anaknya. Sesi ini juga dimanfaatkan foto bersama.
Bagi Evan Dimas, kehadiran dirinya di Gresik tidak lain ingin berbagi ilmu serta menekankan kerukunan dalam bermain sepak bola.
“Sepakbola tidak bisa kita menangkan tanpa ada kerukunan kekompakan. Saya senang sekali diberi kesempatan bersilaturahmi disini,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Pemain asal Surabaya ini menilai
bakat anak-anak yang tergabung di Grefoo Academy luar biasa, masih muda memiliki bakat, skill, teknik, guyup rukun. Pelatih, pemain, dan pengurus juga memiliki kekompakan.
“Bakatnya luar biasa masih muda sudah memiliki skill teknik guyup, kerukunannya juga. Termasuk pelatih pemain dengan pengurus juga,” ungkap Evan Dimas.
Ditengah hiruk pikuk sepak bola di tanah air. Evan Dimas meski masih muda telah memutuskan gantung sepatu, dan lebih memilih berbagi pengalaman dengan anak-anak yang tergabung dalam SSB Saraswati Nuswantara yang berada di Tulungagung.
CEO Grefoo Fahmi Hafidz menuturkan, coaching clinic dengan menghadirkan pemain dan mantan pemain, merupakan komitmen untuk memotivasi anak-anak.
“Mas Evan Dimas ini coaching clinic ketiga, pertama Siswanto, kedua M. Syaifuddin, sekarang Evan Dimas,” pungkasnya. (dny/kun)






