Bondowoso (beritajatim.com) – Sorotan terhadap sektor pariwisata kembali mencuat dalam rapat paripurna penetapan Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Bondowoso 2025 yang digelar Minggu (28/9/2025) malam. Fraksi PDIP dan PKB menekankan perlunya langkah konkret pemerintah daerah dalam memperkuat pengelolaan wisata, khususnya di kawasan Ijen.
Juru bicara Fraksi PDIP, Andi Hermanto, mendorong adanya kerjasama resmi antara Pemkab Bondowoso dengan Perhutani. Ia menilai, MOU atau perjanjian kerjasama penting untuk memanfaatkan lahan Perhutani di area Paltuding dan sekitarnya, di luar kawasan hutan lindung.
“Pemanfaatan ini harus tetap memperhatikan kaidah pelestarian alam sesuai dengan aturan perundang-undangan,” tegasnya.
Sementara itu, Fraksi PKB melalui juru bicara Imron Humaidi menekankan pentingnya penguatan identitas wilayah wisata. Pihaknya mendesak Bupati Bondowoso agar segera menindaklanjuti perubahan nama Kecamatan Sempol menjadi Kecamatan Ijen, sebagaimana sudah disahkan melalui Perda pada masa Bupati KH Amin Said Husni. Perubahan nama itu dinilai strategis untuk mempertegas branding kawasan wisata Ijen.
“Kami mendorong agar hal ini segera diproses ke Kementerian Dalam Negeri berikut dengan penetapan batas-batas wilayahnya. Hal ini akan memperkuat hak pengelolaan sarana wisata di kawasan Kecamatan Ijen,” jelas Imron.
Dorongan dua fraksi ini menunjukkan bahwa sektor pariwisata, terutama Kawah Ijen, masih dipandang sebagai motor penggerak ekonomi daerah yang perlu mendapat perhatian lebih serius dari pemerintah. [awi/beq]






