Malang (beritajatim.com) – Raqilla Maulidan Fatah, siswa kelas VI Madrasah Ibtidaiyah (MI) Ash-Shodiq, Kecamatan Bululawang, Kabupaten Malang ini, akhirnya sukses masuk final Olimpiade Madrasah Indonesia (OMI) 2025 bidang Bahasa Inggris.
Siswa yang akrab disapa Lydan itu, mengalahkan 327 peserta lain dalam ajang OMI tahun ini. Meski sempat tersisih dalam bidang ilmu Matematika, tanya menyerah Lydan akhirnya mampu bertahan dan menyisihkan ratusan peserta dalam soal Bahasa Inggris.
Olimpiade Bahasa Inggris 2025 tingkat nasional yang diselenggarakan Rumah Pintar, Lydan tampil gemilang dengan hanya melakukan dua kesalahan dari 20 soal yang dikerjakan.
“Alhamdulillah, sangat bersyukur bisa lolos babak penyisihan. Target selanjutnya harus bisa memberikan hasil terbaik,” ungkap Lydan penuh semangat, Senin (29/9/2025).
Lydan mengaku tidak mudah untuk bisa menembus babak final. Ia harus bersaing dengan ratusan siswa Madrasah Ibtidaiyah dari berbagai daerah. Tekad dan kerja kerasnya menjadi kunci hingga ia mampu bertahan dan melangkah ke babak selanjutnya yang akan digelar pada 12 Oktober 2025 mendatang.
Sementara itu, Zakiya, guru Bahasa Inggris MI Ash-Shodiq, menyampaikan rasa bangganya atas capaian muridnya itu.
“Olimpiade Bahasa Inggris ini ajang bergengsi. Peserta tidak hanya diuji kemampuan akademis, tetapi juga kepercayaan diri, kemampuan berpikir kritis, serta sportivitas. Lydan menunjukkan semua itu dengan baik,” ucapnya.
Menurutnya, prestasi Lydan menjadi bukti bahwa siswa MI Ash-Shodiq mampu bersaing di tingkat nasional. “Kami berharap ini menjadi motivasi bagi siswa lain untuk terus berusaha meraih mimpi,” tambahnya.
Semangat juang Lydan tak lepas dari dukungan orang tuanya. Abdul Fattah, ayah Lydan yang juga Ketua KPU Kabupaten Malang, mengaku sangat bangga dengan prestasi sang buah hati.
“Sebagai orang tua saya bangga sekali. Lydan memiliki semangat tinggi dan pantang menyerah. Capaian ini berkat kerja kerasnya, bimbingan guru, dan doa keluarga. Saya akan selalu mendukung perjuangannya,” ujarnya.
Kini, siswa kelahiran Malang, 8 Januari 2014 itu, tengah mempersiapkan diri menghadapi babak final. Tekadnya hanya satu: mengukir prestasi terbaik dan membawa nama baik sekolah serta daerahnya di kancah nasional. (yog/ted)






