Kediri (beritajatim.com) – Kenari merah lokal atau biasa disebut kenari merlok kini menjadi primadona di kalangan pecinta burung kicau. Burung ini dikenal dengan kicauan merdu dan bulu cerah yang menawan, bahkan tren kenari merlok lebih populer dibandingkan jenis warna lain seperti lemon, sunkis, hingga panda.
Zaenal, seorang peternak kenari merlok asal Kediri, Jawa Timur, menyebut permintaan terhadap burung jenis ini terus meningkat. Pembeli datang tidak hanya dari Kediri, tetapi juga dari berbagai daerah di Jawa Timur hingga Jakarta.
“Kalau kenari merlok ditentukan dengan kualitas warna. Semakin pekat warna merahnya, maka akan semakin mahal,” ujarnya saat ditemui di peternakannya, Senin (22/9/2025).
Harga kenari merlok menurut Zaenal berkisar Rp500 ribu hingga Rp1 juta per ekor untuk usia dewasa. Semakin cerah dan pekat warna merah bulunya, semakin tinggi pula nilai jualnya. Hal ini membuat kenari merlok memiliki nilai ekonomi yang lebih baik dibandingkan jenis kenari lain.
Dari sisi perawatan, Zaenal menjelaskan tidak ada perbedaan signifikan dengan kenari pada umumnya. Namun, ada perlakuan khusus untuk menjaga kualitas warna bulu agar tetap cerah.
“Perlu diberikan sawi setiap hari. Karena sawi mengandung betakaroten yang cukup baik, maka dengan pemberian sawi secara rutin akan meningkatkan kualitas warna dari kenari merlok tersebut,” ungkapnya.
Fenomena meningkatnya permintaan kenari merlok ini sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap burung kicauan yang memiliki keindahan fisik sekaligus suara khas. [nm/beq]






