London (beritajatim.com) – Sebagai guru, Pep Guardiola seharusnya bangga kepada Mikel Arteta. Bagaimana tidak. Arteta sukses menjadikan Arsenal tim yang “ditakuti” Manchester City-nya Guardiola meski pertemuan di matchweek kelima Premier League Minggu malam (21/9/2025) berakhir seri 1-1.
The Citizens unggul cepat via gol striker mereka Erling Haaland ketika laga yang dimainkan di Emirates Stadium, London, itu baru berusia sembilan menit. Tuan rumah baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-90+3 via Gabriel Martinelli.
Dilansir Opta, Arsenal mencatatkan 67,2 persen ball possession. Artinya, City hanya kebagian 32,8 persen. Angka tersebut menjadi penguasaan bola terendah City di Premier League sejak dilatih Guardiola musim 2016–2017.
Ironisnya, ball possession terendah City di Premier League sebelum ini juga melawan The Gunners. Itu terjadi pada Maret lalu. Kala itu, City mencatatkan 36,5 persen. Laga juga berakhir seri (0-0).
“Kami mendominasi mereka (City, Red). Aku sangat kecewa dengan hasil ini (seri 1-1, Red)” ujar Arteta dilansir Sky Sports.
Dominasi Arteta atas Guardiola tidak berhenti di ball possession. Hasil seri kali ini membuatnya menjadi pelatih pertama yang tidak terkalahkan melawan Guardiola dalam lima pertemuan terakhir secara beruntun di liga.
Secara implisit, perkembangan pesat Arteta juga berkat tangan dingin Guardiola. Ya, Arteta pernah menjadi asisten Guardiola di City pada 1 Juli 2016 hingga 20 Desember 2019.
“Ku rasa hasil ini adil. Kami sempat sangat dekat (dengan kemenangan, Red). Secara keseluruhan, Arsenal memang lebih baik dari kami,” papar Guardiola dikutip The Guardian. (dio)






