Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Bhayangkara Surabaya (Ubhara) berkomitmen untuk mendukung petani dan pelaku usaha UMKM di Desa Nogosari, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur, melalui kegiatan pemberdayaan masyarakat.
Pada tahun 2025, Ubhara, melalui Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM), menerima dana hibah DRTPM dan melaksanakan Program Kemitraan Masyarakat (PKM) dengan fokus pada pemberdayaan UMKM lokal.
Dalam kegiatan ini, tim pelaksana PKM yang dipimpin oleh R. Dimas Adityo, ST., MT., bekerja sama dengan dua pelaku usaha UMKM, yaitu UD. Melajaya, yang memproduksi kerupuk ikan, dan Jamu Herbal Barokah, yang menghasilkan minuman herbal seperti jamu jahe.
Kedua UMKM ini menghadapi berbagai tantangan, termasuk manajemen usaha yang kurang profesional dan keterbatasan dalam pencatatan keuangan yang menyebabkan kesulitan dalam menganalisa keuntungan dan kerugian.
Selain itu, salah satu kendala yang dihadapi oleh pelaku UMKM adalah rendahnya pemanfaatan teknologi dalam pemasaran produk mereka. Di tengah persaingan yang semakin ketat, banyak pelaku usaha UMKM yang sudah mengadopsi teknologi digital untuk memperluas pasar.
Oleh karena itu, solusi yang ditawarkan tim PKM adalah pemanfaatan perangkat teknologi berbasis Android (perangkat mobile) untuk mendukung manajemen usaha dan pemasaran.
R. Dimas Adityo, selaku Ketua Pelaksana Kegiatan, mengungkapkan bahwa penerapan sistem informasi bagi pelaku UMKM di pedesaan bukanlah hal yang mudah. Banyak pelaku usaha yang tidak terbiasa dengan perangkat teknologi.
“Selain permasalahan tersebut, kami juga menemukan permasalahan lain yaitu adanya ketidak konsistenan rantai pasok bahan baku dalam produksi,” ujarnya, Minggu (21/9/2025).
Kendala tersebut cukup berpengaruh terhadap kelancaran proses produksi yang melibatkan tenaga kerja antara 4 hingga 5 orang pada masing-masing usaha UMKM.
Tak hanya itu, tim PKM juga memberikan pelatihan kepada pelaku UMKM mengenai pembuatan kerupuk ikan dan jamu herbal jahe, yang menjadi bentuk tukar ilmu antara dosen Universitas Bhayangkara dengan pelaku usaha di Desa Nogosari.
Sebagai bagian dari implementasi kegiatan, tim pelaksana memberikan perangkat Android (mobile) yang dilengkapi dengan printer bluetooth untuk memudahkan pencatatan penjualan dan pembuatan invoice.
Selain itu, sebuah aplikasi berbasis web juga disediakan untuk membantu pelaku UMKM mencatat transaksi penjualan secara rinci, sehingga mereka bisa mendapatkan rekapitulasi pendapatan dalam periode tertentu.
Hasil yang diharapkan dari kegiatan ini adalah peningkatan dalam penjualan produk UMKM. “Hasilnya dalam kegiatan ini akan berdampak positif utamanya dalam hal penjualan karena sebelumnya mereka tidak pernah melakukan penjualan barang dengan menggunakan perangkat berbasis teknologi,” kata Dimas.
Soetono, Ketua Kelompok Mitra Jamu Herbal Barokah, juga menambahkan bahwa penerapan teknologi ini sangat bermanfaat bagi pelaku UMKM di Desa Nogosari, yang akan membantu meningkatkan hasil penjualan mereka. “Tentu hal ini sangat positif bagi pelaku usaha UMKM di Desa Nogosari,” lanjut Soetono.
Rinda Kristanti, pemilik UD. Melajaya, mengungkapkan rasa terima kasih atas kerjasama yang telah terjalin. “Saya menyampaikan terima kasih atas bantuan dan kerjasama yang sangat positif ini. Kedepan, jika ada kerjasama lagi, dengan senang hati kami siap menerima kegiatan ini,” ungkapnya.
Dengan adanya pemberdayaan ini, pelaku UMKM di Desa Nogosari diharapkan bisa memanfaatkan teknologi secara maksimal untuk meningkatkan daya saing dan memajukan usaha mereka ke depannya. [uci/suf]






