Kediri (beritajatim.com) – Upaya mengurangi limbah rumah tangga sekaligus meningkatkan produktivitas pertanian dilakukan oleh kelompok tani Idaman Guyub Njawiji di Desa Krangan, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri. Kegiatan bertema “Mengolah Limbah Menjadi Berkah” resmi dibuka dengan sambutan hangat dari dosen Universitas Brawijaya PSDKU Kediri serta ketua kelompok tani.
Dalam kegiatan ini, Tim PKM PSDKU UB memaparkan materi melalui presentasi mengenai pemanfaatan limbah dapur menjadi Pupuk Organik Cair (POC). Program ini bertujuan memberikan solusi nyata atas persoalan limbah makanan yang selama ini menjadi sumber pencemaran lingkungan sekaligus beban ekonomi masyarakat.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap anggota kelompok tani bisa lebih mandiri dalam menyediakan pupuk, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia yang harganya semakin tinggi, sekaligus ikut menjaga lingkungan,” ujar Dwi Cahya, Dosen PSDKU Universitas Brawijaya Kediri.
Ketua kelompok tani Idaman Guyub Njawiji menambahkan, inovasi ini sejalan dengan visi mereka membangun pertanian berkelanjutan.
“Dengan mengolah limbah dapur menjadi pupuk, kami tidak hanya mendapat manfaat ekonomi, tapi juga membantu mengurangi sampah rumah tangga yang dapat berdampak buruk bagi lingkungan” katanya.
Materi yang dipresentasikan mencakup tahapan pembuatan POC, mulai dari persiapan alat, pembuatan larutan aktivator, hingga proses fermentasi yang membutuhkan waktu 3–4 minggu.
Berdasarkan hasil pemaparan yang dilakukan dari studi literatur, POC yang dihasilkan diketahui mampu meningkatkan pertumbuhan, mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia, dan juga sumber nutrient tanaman. (aga/ted)






