Ponorogo (beritajatim.com) – Meski pemerintah pusat telah melantik Mochamad Irfan Yusuf alias Gus Irfan sebagai Menteri Haji dan Umroh, serta Dahnil Anzar Simanjuntak sebagai wakilnya pada Senin (8/9/2025) di Istana Kepresidenan Jakarta, pelayanan haji di daerah ternyata masih tetap dipegang Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo.
Kepala Kemenag Ponorogo, Nurul Huda, menegaskan bahwa hingga kini tidak ada perubahan teknis dalam layanan. Semua urusan administrasi haji 2026, mulai pendaftaran hingga pelunasan, tetap dilakukan di kantor Kemenag Ponorogo.
“Belum ada perubahan, untuk pendaftaran untuk pelunasan, semuanya masih ada di kantor kementerian agama,” kata Huda, ditulis Senin (15/9/2025).
Huda menjelaskan, meskipun Kementerian Haji dan Umroh resmi berdiri, perangkat di lapangan hingga saat ini belum dipisahkan. Sehingga kepengurusan haji untuk tahun depan, saat ini masih di kantor Kemenag Ponorogo.
“Tetapi sampai hari ini perangkat masih menjadi satu di kementerian agama,” jelasnya.
Menurut Huda, saat ini pemerintah pusat masih dalam tahap pemetaan kewenangan antara Kemenag dengan kementerian baru tersebut. Pihaknya pun masih menunggu intruksi dari pusat terkait masalah tersebut.
“Dan ini sudah mulai dipetakan. Tapi yang jelas untuk pelaksanaan haji ini kita masih integrasi antara kementerian agama dengan Kementerian Haji dan Umroh,” imbuhnya.
Sementara itu, persiapan dokumen jamaah haji Ponorogo tahun 2025 juga terus dikebut. Pekan depan berkas-berkas administrasi ditargetkan tuntas. Setelah itu, calon jamaah akan memasuki tahap imigrasi.
“Insya Allah minggu depan ini atau kemudian dokumen sudah siap. Nanti bulan depan itu sudah kita masuk di imigrasi untuk pengambilan foto untuk paspor,” pungkasnya. [end/aje]






