Surabaya (beritajatim.com) – Barikade 98 Jawa Timur menegaskan komitmennya untuk tetap konsisten menyuarakan isu-isu pro rakyat di tengah dinamika politik nasional pascademonstrasi Agustus lalu. Organisasi ini menolak keras segala bentuk aksi anarkis yang berpotensi mengganggu stabilitas di Jawa Timur.
Ketua DPW Barikade 98 Jatim, Bobby Wijono, menekankan perjuangan rakyat tidak boleh berhenti, terutama terkait isu korupsi, pungutan liar di sektor pendidikan, hingga kebijakan yang dinilai merugikan masyarakat. Menurutnya, Barikade 98 akan terus hadir di tengah publik dengan cara terukur dan bermartabat.
“Barikade 98 Jatim tidak pernah mundur, apalagi berhenti bersuara. Aksi massa akan dilakukan di momentum yang tepat, dengan agenda kerakyatan yang jelas,” ujar Bobby saat ditemui di Surabaya, Rabu (3/9/2025).
Bobby juga mengingatkan agar gerakan rakyat tidak ditunggangi pihak-pihak tertentu yang hanya ingin memecah belah. Ia menegaskan bahwa upaya memperjuangkan aspirasi masyarakat harus tetap mengedepankan etika perjuangan.
“Barikade 98 Jatim menolak segala bentuk aksi anarkis. Jawa Timur harus tetap aman dan kondusif. Gerakan rakyat harus dijaga agar tidak ditunggangi pihak-pihak yang ingin memecah belah atau menciptakan instabilitas,” tegasnya.
Menurut Bobby, orientasi gerakan rakyat seharusnya mengarah pada solusi, bukan justru menimbulkan kerusakan. Ia memastikan Barikade 98 tetap berdiri bersama rakyat dengan cara yang bertanggung jawab.
“Aksi rakyat bukan untuk merusak, tetapi untuk memperbaiki. Kami berdiri bersama rakyat, tapi bukan dengan cara-cara yang menimbulkan kerugian lebih besar bagi masyarakat,” tandasnya. [asg/beq]






