Mojokerto (beritajatim.com) – Desa Kedungudi, Kecamatan Trawas, Mojokerto, kini tengah menjadi sorotan setelah dipilih sebagai lokasi pengembangan Desa Pancasila. Program ini digagas oleh Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).
Kegiatan tersebut melibatkan dosen lintas bidang keahlian yang fokus pada pembekalan ketahanan pangan berbasis lokal. Selain itu, warga juga dibimbing untuk menanamkan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.
Ketua tim PKM, Dr. Hendri Prastiyono, menjelaskan bahwa desa merupakan fondasi penting dalam pembangunan bangsa. “Kalau karakter masyarakat desa kuat, otomatis ketahanan bangsa juga ikut menguat,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Metode yang digunakan cukup variatif, mulai dari pelatihan door-to-door hingga Focus Group Discussion (FGD). Warga Kedungudi terlibat aktif dalam diskusi dan praktik yang langsung menyentuh persoalan pangan di desa mereka.
Menurut anggota tim, Dr. Bambang Sigit Widodo, ketahanan pangan bukan sekadar urusan kebutuhan perut. “Pangan juga menyangkut identitas, nilai, dan jati diri bangsa, sehingga harus dikelola dengan bijak,” ungkapnya.
UNESA bersama pemerintah desa juga membentuk Komunitas Ketahanan Pangan Pancasila. Komunitas ini diharapkan bisa menjaga keberlanjutan program sekaligus menyebarkan nilai gotong royong ke seluruh warga.
Kepala Desa Kedungudi, H. Dul Mukti, menyambut baik kerja sama tersebut. “Program ini sangat bermanfaat, karena tidak hanya bicara teori tetapi langsung mempraktikkan solusi untuk masyarakat,” katanya.
Warga pun menyatakan antusiasmenya terhadap kegiatan yang melibatkan sekitar 21 peserta dari berbagai elemen desa. Beberapa tokoh lokal menilai program ini membuka wawasan baru dalam mengelola pangan sekaligus memperkuat karakter sosial.
Selain menyasar kelompok tani, kegiatan ini juga menggandeng pelaku UMKM dan pemuda desa. “Kita dorong munculnya inovasi ekonomi seperti Café Sawah agar nilai Pancasila juga terasa dalam sektor usaha,” tutur Silkania Swarizona, anggota tim PKM.
Program ini sekaligus menjadi contoh nyata peran perguruan tinggi dalam membangun masyarakat. Dengan konsep Desa Pancasila, UNESA berharap Kedungudi bisa menjadi pionir bagi desa-desa lain di Indonesia. (*)






