Jombang (beritajatim.com) – Minggu siang itu (31/8/2025), masjid induk Pondok Pesantren Mambaul Maarif Denanyar, Jombang, dipenuhi lantunan doa. Ratusan santri dan kiai berkumpul, menundukkan kepala, melafalkan munajat yang sama: keselamatan, ketenteraman, dan keamanan bagi bangsa Indonesia.
KH Abdussalam Shohib, atau yang akrab disapa Gus Salam, berdiri di hadapan mereka. Dengan suara tenang namun tegas, ia mengingatkan bahwa doa bersama ini bukan sekadar ritual, melainkan ikhtiar batin untuk meredam gelombang keresahan yang tengah melanda negeri.
“Sejak kerusuhan terjadi, kami bersama Nahdlatul Ulama mengintensifkan doa dan mujahadah. Ini bentuk kepedulian pesantren terhadap nasib bangsa,” ujar cucu KH Bisri Syansuri ini usai salat gaib dan doa bersama.
Di matanya, gejolak anarkis yang belakangan merebak di sejumlah daerah adalah tanda bahwa ada luka sosial yang kian menganga. Aspirasi, katanya, memang wajar disuarakan dalam demokrasi. Namun, bila berubah menjadi tindakan merusak, negara tidak boleh tinggal diam. “Kalau sudah mengarah pada tindakan anarkis, aparat wajib bertindak sesuai prosedur,” tegasnya.
Gus Salam tidak menutup mata pada akar masalah di balik kerusuhan ini. Menurutnya, tekanan ekonomi yang kian menghimpit rakyat, gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), serta sikap sejumlah elite politik yang dinilai abai pada penderitaan masyarakat, menjadi bahan bakar yang menyulut keresahan.
“Ketika rakyat sedang kesulitan, lalu ada pejabat yang justru memamerkan gaya hidup mewah, itu semakin menambah luka sosial. Situasi ini harus segera ditangani dengan bijak,” ungkap keponakan Gus Dur ini dengan nada prihatin.
Di tengah situasi genting itu, masih ada ruang harapan. Gus Salam menyebut, sejumlah organisasi masyarakat (ormas) dari berbagai daerah sudah bertemu langsung dengan Presiden Prabowo Subianto untuk mencari solusi bersama. Sementara di tingkat lokal, pesantren dan para tokoh agama berkomitmen menjaga komunikasi dengan pemerintah daerah.
Dari Denanyar, doa terus dipanjatkan. Di balik lantunan ayat-ayat suci, tersimpan harapan besar agar bangsa ini tetap tegak berdiri, kuat menghadapi cobaan, dan menemukan kembali jalan persaudaraan. [suf]






