Pacitan(beritajatim.com) – Beban pelayanan di RSUD dr. Darsono Pacitan dinilai belum sebanding dengan jumlah tenaga dokter yang tersedia.
Data rumah sakit mencatat, setiap harinya rata-rata terdapat 500 pasien rawat jalan, 70 pasien di Instalasi Gawat Darurat (IGD), serta 120 pasien rawat inap. Namun, jumlah dokter spesialis yang bertugas hanya sekitar 33 orang.
Kepala Bagian Tata Usaha RSUD dr. Darsono, Johan Tri Putranto, menyebutkan bahwa secara umum jumlah dokter spesialis sudah mencukupi. Meski demikian, pihaknya masih kekurangan tenaga di bidang tertentu, seperti urologi.
“Untuk dokter spesialis dasar sudah ada tiga. Tetapi masih ada sejumlah dokter yang harus melanjutkan sekolah lagi. Tahun 2027 nanti, dokter spesialis syaraf, penyakit dalam, dan beberapa lainnya akan kembali setelah menyelesaikan pendidikan,” jelas Johan, ditulis Sabtu (30/8/2025).
Ia menambahkan, tantangan utama RSUD bukan hanya keterbatasan sumber daya manusia (SDM), tetapi juga sarana, prasarana, serta ketersediaan alat kesehatan. Kendati begitu, pihaknya terus melakukan pembenahan layanan. Salah satunya, waktu tunggu pelayanan rawat jalan kini diklaim dapat diselesaikan kurang dari tiga jam per pasien.
Selain itu, RSUD dr. Darsono juga mulai menerapkan sistem administrasi tanpa kertas (paperless) agar proses pelayanan lebih efisien. Bahkan, pasien dapat menerima obat langsung di rumah melalui layanan antar. “Kami terus berupaya mengikuti program nasional, di mana RSUD harus mampu memberikan layanan spesialis seperti urologi, jantung, syaraf, kanker, hingga kandungan,” imbuhnya.
Sebelumnya, DPRD Pacitan menyoroti pelayanan RSUD yang dinilai belum ideal. Jumlah dokter yang hanya sekitar 33 orang tidak sebanding dengan beban pasien harian yang mencapai ratusan orang. (tri/ted)






