Gresik (beritajatim.com)– Sebanyak 50 mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Teknik Geologi (GEA) melakukan penanaman 50 bibit mangrove di Pantai Jherat Lanjeng, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura, Pulau Bawean, Gresik.
Kedatangan mahasiswa ITB itu turut serta dalam pelestarian area konservasi pantai yang dikemas dalam kegiatan ‘Jejak Aksara Forum Satu ke Pulau Bawean’.
Penanaman bibit mangrove tersebut juga sebagai antisipasi mencegah abrasi pantai di wilayah wisata Pantai Jherat Lanjeng .
Ada 50 bibit pohon mangrove yang ditanam di pesisir Pantai Gelugur Dusun Tanjunganyar, Desa Lebak, Kecamatan Sangkapura.
Kepala Desa (Kades) Lebak Fadal mengapresiasi apa yang dilakukan mahasiwa GEA ITB yang menginisiasi penanaman mangrove.
“Kegiatan penanaman pohon mangrove di pesisir pantai sangat bermanfaat, selain untuk menahan gelombang besar dan garis pantai dari pengikisan, juga berperan menyerap karbon dioksida,” ujarnya, Jumat (29/8/2025).
Menurutnya da sekitar 30 hektar lahan yang bisa ditanami pohon mangrove di sepanjang pesisir Desa Lebak. Sebagian dari lahan tersebut, ada yang mengalami kerusakan akibat abrasi dan beberapa faktor penyebab lainnya.
Sementara itu, kordinator Jejak Aksara Forum Satu, Marcel menuturkan, kegiatan di Pulau Bawean dilaksanakan selama 10 hari. Ekspedisi ini meliputi beberapa kegiatan. Salah satunya konservasi penanaman mangrove.
“Kami memilih Pulau Bawean untuk mendukung konservasi pantai di sepanjang pesisir Pantai Gelugur yang mengalami abrasi,” tuturnya.
Sebagai informasi, kegiatan Jejak Aksara Forum Satu ke Pulau Bawean merupakan rangkaian kegiatan penelitian geologi warisan alam my Kegiatan tersebut juga bentuk dukungan untuk penguatan status beberapa wilayah suaka margasatwa dan cagar alam di Pulau Bawean yang akan diajukan sebagai geo park. (dny/ted)






