Sumenep (beritajatim.com) – Puskesmas Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep, punya cara tersendiri untuk menyelesaikan target pemberian imunisasi campak pada balita.
Kepala Puskesmas Pamolokan, drg Novia Sri Wahyuni mengatakan, sasaran imunisasi campak di wilayahnya sebanyak 4.250 balita usia 9 bulan hingga 7 tahun, yang tersebar di 9 desa di Kecamatan Kota Sumenep.
“Kami punya ‘micro planning’ untuk menuntaskan target sasaran imunisasi campak, yakni dengan menurunkan 6 tim setiap hari,” katanya, Senin (25/08/2025).
Kasus campak di Sumenep telah dinyatakan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB), mengingat hingga saat ini telah ditemukan 2.105 suspect campak. 17 diantaranya meninggal, semuanya balita dengan riwayat tanpa imunisasi.

Karena itu, Pemkab Sumenep menggelar Outbreak Response Immunization (ORI) atau imunisasi campak rubella secara massal dimulai hari ini. Selama 2 minggu, para tenaga kesehatan di Puskesmas dan Puskesmas Pembantu se- Kabupaten Sumenep akan melakukan imunisasi terhadap 74 ribu lebih balita berusia 9 bulan hingga 7 tahun.
“Khusus untuk Puskesmas Pamolokan, 6 tim kami itu turun langsung ke sekolah-sekolah untuk melakukan imunisasi. Di hari pertama pelaksanaan ORI ini, kami menargetkan 900 anak sudah diimunisasi,” papar Novi.
Karena itu, ia optimis dalam waktu 3-4 hari ke depan, tim nya akan menuntaskan pemberian imunisasi pada balita sasaran imunisasi campak. “Kami diberi waktu 2 minggu untuk menuntaskan target sasaran. 1 minggu di lapangan, 1 minggu evaluasi. Tapi kami optimis, untuk wilayah cakupan Puskesmas Pamolokan, imunisasi itu tuntas tidak sampai 1 minggu,” ujarnya.
Novi menambahkan, tim dari Puskesmas Pamolokan yang turun langsung ke sekolah-sekolah, berbeda dengan tim Posyandu yang sudah ada. “Kalau Posyandu tetap bergerak sesuai jadwal yang sudah berjalan. Kalau tim kami ini khusus turun untuk melakukan imunisasi campak,” terangnya. (tem/but)






