Malang (beritajatim.com) – Politeknik Negeri Malang (Polinema) secara resmi memulai proses penempaan 4.116 pasukan ahli vokasi baru pada Senin (25/8/2025). Mahasiswa baru (maba) ini bukan dipersiapkan untuk menjadi garda terdepan yang siap tempur dengan bekal keahlian teknis, mental baja, dan karakter unggul.
Prosesi pelantikan yang berlangsung khidmat di Graha Polinema menjadi titik awal dari sebuah misi besar. Misi untuk mengubah para lulusan sekolah menengah yang berhasil menyisihkan lebih dari 40.000 pesaing ini menjadi para profesional tangguh yang mampu menaklukkan disrupsi teknologi dan memenangkan persaingan di dunia kerja modern.
Angka 4.116 mahasiswa baru merupakan total dari Kampus Utama di Malang serta tiga kampus PSDKU yang berada di Kota Kediri, Kabupaten Lumajang, dan Kabupaten Pamekasan. Kampus utama sejumlah 3.231, sisanya sebanyak 885 maba tersebar di PSDKU.
Strategi utama Polinema dalam menyiapkan pasukannya adalah dengan membekali mereka senjata paling mutakhir: kurikulum yang relevan dan metode pembelajaran yang aplikatif. Direktur Polinema, Ir. Supriatna Adhisuwignjo, ST., MT., menegaskan bahwa teori saja tidak akan cukup untuk memenangkan pertempuran di era digital.
“Kami memfasilitasi mahasiswa dengan berbagai macam upaya, mulai dari kurikulum, metode pembelajaran, hingga aktivitas penelitian skala proyek,” ujar Supriatna. Polinema menerapkan metode Project-Based Learning, Problem-Based Learning, dan Case Method sebagai simulasi tempur. Mahasiswa tidak hanya belajar konsep, tetapi langsung dihadapkan pada masalah-masalah industri yang nyata untuk dipecahkan.
Jurusan Teknik Elektro, yang kembali menjadi favorit tahun ini, menjadi contoh sempurna dari strategi ini. Program studinya dirancang spesifik untuk menjawab kebutuhan vital Industri 4.0.
Prodi ini menyiapkan ahli yang menjadi otak di balik pabrik-pabrik pintar (smart factories), lini produksi efisien, dan sistem robotik. Selain itu, mereka juga mencetak spesialis yang mampu mengelola aset energi, sebuah sektor krusial bagi keberlangsungan industri skala besar.
“Kami juga menyajikan telekomunikasi digital. Membentuk tenaga ahli yang membangun dan merawat infrastruktur konektivitas, “sistem saraf” dari seluruh ekosistem digital dan Internet of Things (IoT),” ujar Supriatna.
Setiap program studi di Polinema, lanjut Direktur, dirancang untuk memiliki keunggulan spesifik yang tajam dan fokus pada kebutuhan pasar. Seorang prajurit yang hebat tidak hanya butuh senjata canggih, tetapi juga mental dan karakter yang kokoh. Inilah wejangan utama yang disampaikan Direktur Supriatna dalam apel akbar penyambutan mahasiswa baru.
“Manfaatkan waktu untuk bisa belajar, memperkaya kompetensi, membentuk karakter, dan juga soft skill. Tanpa memanfaatkan kesempatan dan waktu yang diberikan, maka anda tidak akan bisa mendapatkan nilai tambah selama menjadi mahasiswa,” pesannya.
Jaket almamater yang mereka kenakan bukan sekadar seragam, melainkan sebuah lencana kehormatan dan tanggung jawab. “Dengan status yang anda sandang saat ini, mohon untuk bisa menjaga nama baik almamater. Jadikan anda sebagai agen-agen perubahan yang positif,”
Sebelum masuk ke medan pembelajaran utama, maba ini terlebih dahulu melewati fase boot camp yang dirancang untuk membangun fondasi mental dan disiplin. Polinema secara sadar meninggalkan model ospek kuno yang penuh perpeloncoan.
Program orientasi mahasiswa (PKKMB) dibagi menjadi dua pilar strategis. Pertama, Latihan Dasar Kedisiplinan (LDK) yang bekerja sama dengan institusi TNI. “Artinya ini adalah lembaga yang sudah mempunyai konsep dan terukur. Jadi tidak ngawur,” jelas Direktur. Tujuannya jelas: menanamkan disiplin, wawasan kebangsaan, dan ketahanan mental.
Kedua, orientasi di dalam kampus (Ordik) yang berfokus pada adaptasi cepat terhadap lingkungan akademik. Di fase inilah mahasiswa baru diperkenalkan dengan “aturan pertempuran” yang modern dan beradab, termasuk materi krusial mengenai Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Sual (PPKS) untuk memastikan lingkungan kampus yang aman dan saling menghormati.
Misi penyiapan talenta siap tempur ini tidak hanya terpusat di Malang. Polinema juga membuka “pos-pos pelatihan” strategis melalui Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) di Kediri, Lumajang, dan Pamekasan. Ini adalah langkah untuk memastikan bahwa talenta-talenta unggul dapat lahir dan berkembang di berbagai daerah, memperkuat fondasi ekonomi regional dan nasional. [dan/aje]






