Pasuruan (beritajatim.com) – Musim kemarau panjang mulai berdampak di sejumlah wilayah Kabupaten Pasuruan. Warga di beberapa desa kini harus mengandalkan bantuan air bersih dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
BPBD Pasuruan mencatat ada empat desa yang mengalami krisis air. Tiga desa berada di Kecamatan Lumbang dan satu desa lainnya di Kecamatan Winongan.
Kepala Pelaksana BPBD Pasuruan, Sugeng Hariyadi, mengatakan pihaknya telah menyalurkan air bersih sejak awal Agustus. Setiap desa mendapat jatah dua tangki air dengan kapasitas masing-masing lima ribu liter.
“Kami sudah melakukan asesmen cepat sebelum memutuskan dropping air. Begitu hasilnya keluar, tim langsung bergerak ke lapangan untuk distribusi,” terang Sugeng.
Pengiriman air dilakukan secara rutin dengan sistem bergiliran agar semua desa terdampak terlayani. Warga biasanya sudah menunggu di titik distribusi dengan membawa wadah masing-masing.
Dalam sehari, total sepuluh ribu liter air didistribusikan ke setiap desa. Jumlah tersebut dianggap cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar warga, terutama minum dan memasak.
“Kami pastikan suplai air selalu tercukupi. Setiap tangki ditaruh di lokasi strategis agar mudah dijangkau masyarakat,” tambah Sugeng.
Meski bantuan air terus mengalir, BPBD tetap mengimbau warga agar bijak menggunakannya. Air diharapkan lebih diprioritaskan untuk kebutuhan vital sehari-hari.
“Gunakan sebaik mungkin, mulai dari minum, memasak, hingga mandi. Jangan sampai ada yang terbuang sia-sia,” imbau Sugeng.
Bantuan ini disambut baik oleh warga desa terdampak. Mereka berharap program dropping air bersih dapat berlanjut hingga musim hujan tiba. (ada/ian)






