Sidoarjo (beritajatim.com) – Fasilitas toilet di Terminal Purabaya Bungurasih kembali menuai sorotan publik. Keluhan datang dari penumpang dan warga yang menilai kebersihan dan kenyamanan toilet jauh dari layak. Kepala Terminal Purabaya, Eko Hadi Prasetyo, menegaskan pihaknya tidak pernah memerintahkan penutupan toilet.
“Bukan ditutup, hanya setop untuk pungutannya. Toilet harus tetap dibuka, karena penumpang butuh. Kalau ditutup, mau buang air kecil nyiramnya pakai apa? Kami hanya menghentikan tarif, artinya mau digratiskan,” kata Eko, Senin (11/8/2025).
Kebijakan penghentian pungutan tarif ini sesuai arahan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Jawa Timur. Eko yang baru hari pertama bertugas di Purabaya mengaku langsung menerima laporan keluhan fasilitas toilet. Ia berjanji akan berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Timur, Dinas Perhubungan Kota Surabaya, dan Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Sidoarjo untuk membenahi fasilitas umum di terminal terbesar di Jawa Timur itu.
Sebelumnya, Beritajatim.com memberitakan keluhan warga terkait kondisi toilet Terminal Purabaya. Beberapa penumpang mengeluhkan kebersihan yang kurang terjaga, saluran air tersumbat, hingga aroma tidak sedap. Bahkan, ada yang mengaku memilih menahan buang air karena tak tahan dengan kondisi fasilitas tersebut.
Keluhan ini juga ramai di media sosial, salah satunya di akun Instagram Pojok Bungurasih yang kerap membagikan foto dan video kondisi toilet. Dalam salah satu unggahan, terlihat lantai toilet basah dan kotor, dengan ember penampung air yang berlumut. Kolom komentar dipenuhi keluhan warganet.
“Bayar Rp2.000 tapi airnya kecil, kadang malah mati. Bau pesing nggak hilang-hilang,” tulis akun @ari_setiawan.
“Kalau gratis sih enak, tapi nanti jangan sampai tambah jorok. Gratis itu oke, tapi kebersihan nomor satu,” tulis @rini_89.
“Harusnya pengelola terminal tegas ke penyewa. Toilet itu wajah terminal. Penumpang dari luar kota kan jadi ilfeel,” ungkap @agus_prayitno.
Eko menegaskan meski tarif dihapuskan, toilet tetap harus berfungsi dan memberikan pelayanan layak bagi penumpang. Ia mengingatkan bahwa pelayanan di terminal bukan hanya soal transportasi, tetapi juga kenyamanan fasilitas pendukung.
Kebijakan menggratiskan toilet memang terdengar sebagai kabar baik bagi penumpang. Namun, muncul pertanyaan penting: jika tarif dihapuskan, siapa yang akan memastikan kebersihan dan kelayakan toilet tetap terjaga setiap hari? [ris/beq]






