Sidoarjo (beritajatim.com) — Inovasi digital kembali mewarnai dunia manajemen bisnis. Tim inovasi yang diketuai Wiwik Sulistiyowati, bersama anggota Indah Aprilia S.W dan Andry Rachmadny, menggelar sosialisasi sekaligus penerapan aplikasi pengukuran manajemen risiko berbasis Android di CV. Lumintu, Jumat (8/8). Program ini bekerja sama dengan mitra teknologi untuk menghadirkan sistem manajemen risiko yang cepat, akurat, dan real time.
Direktur CV. Lumintu, Dr. Febri Aris Susanto, M.Pd., menyambut baik langkah inovatif tersebut. Ia menyebut, aplikasi ini akan sangat membantu perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian bisnis.
“Selama ini pengukuran risiko masih dilakukan manual dan membutuhkan waktu lama. Dengan aplikasi ini, prosesnya menjadi lebih efisien, akurat, dan langsung bisa kami tindaklanjuti,” ungkapnya.

Dalam kegiatan tersebut, tim inovasi memaparkan fitur-fitur aplikasi mulai dari antarmuka yang sederhana hingga kemampuan memproses data risiko secara otomatis. Proses pengukuran manajemen risiko dilakukan melalui empat tahapan utama:
– Identifikasi Risiko — Menginventarisasi seluruh potensi risiko yang mempengaruhi operasional perusahaan.
– Analisis Risiko — Mengukur tingkat kemungkinan dan dampak risiko terhadap pencapaian tujuan bisnis.
– Evaluasi Risiko — Menentukan prioritas penanganan risiko berdasarkan hasil analisis.
– Penanganan Risiko — Menyusun strategi mitigasi untuk mengurangi atau menghilangkan risiko yang teridentifikasi.
Ketua Tim Inovasi, Wiwik Sulistiyowati, menjelaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk berbagai sektor bisnis, khususnya UMKM dan perusahaan berkembang.
“Kami ingin memastikan pengukuran risiko tidak hanya menjadi formalitas, tetapi benar-benar menjadi dasar pengambilan keputusan yang tepat dan cepat,” tegasnya.
Selain presentasi, tim juga melakukan uji coba langsung di CV. Lumintu. Hasilnya, aplikasi mampu memproses data risiko secara real time sehingga manajemen bisa segera menindaklanjuti rekomendasi yang diberikan sistem.
Dengan adopsi aplikasi ini, CV. Lumintu diharapkan mampu meningkatkan ketahanan bisnis, meminimalkan potensi kerugian, serta mempercepat respon terhadap dinamika pasar.
“Kecepatan dan ketepatan adalah kunci. Teknologi ini membantu kami berada satu langkah di depan,” tambah Dr. Febri.
Inovasi ini membuktikan bahwa digitalisasi manajemen risiko bukan sekadar tren, melainkan kebutuhan strategis bagi perusahaan yang ingin tetap kompetitif di era penuh ketidakpastian. [but]






