Bondowoso (beritajatim.com) – Ketua Komisi II DPRD Bondowoso, H. Tohari, mengungkapkan adanya praktik meminjam KTP milik warga miskin oleh masyarakat mampu untuk mendapatkan sambungan listrik bersubsidi. Modus tersebut tidak hanya merugikan negara, namun juga masyarakat miskin yang kehilangan hak mereka atas bantuan listrik bersubsidi.
“KTP masyarakat miskin banyak yang dipinjam orang mampu supaya bisa mendapatkan subsidi,” kata Tohari kepada beritajatim.com, Sabtu (9/8/2025).
Ia menegaskan, tidak semua orang dapat menikmati listrik bersubsidi. Rumah tangga dengan kondisi ekonomi mampu seharusnya ditolak saat pengajuan pemasangan. Namun, praktik meminjam KTP ini justru membuat warga miskin tidak bisa dilayani oleh PLN.
Tohari juga menyampaikan agar para vendor pelaksana program listrik gratis memastikan penyaluran bantuan sesuai data penerima yang sudah terverifikasi. “Kita sudah punya data by name by address setiap rumah tangga miskin yang belum punya listrik sendiri,” tambahnya.
Di sisi lain, ia mengungkapkan bahwa penganggaran untuk ketenagalistrikan tidak dapat menggunakan APBD kabupaten sesuai dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2014. Pemerintah daerah hanya bisa mengandalkan dana APBN dan APBD Provinsi Jawa Timur untuk pemasangan jaringan dan pemasangan listrik gratis.
Tahun ini, Bondowoso mendapat 498 sambungan listrik dari provinsi, namun jumlah itu masih jauh dari kebutuhan yang ada. Berdasarkan data Pemkab dan DPRD, masih ada sekitar 5.000 rumah tangga miskin yang belum memiliki sambungan listrik mandiri.
Angka tersebut berpotensi terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah rumah baru dari masyarakat miskin. “Setiap saat ada rumah baru. Misalnya—mohon maaf—masyarakat miskin menikah dengan masyarakat miskin, akhirnya muncul rumah warga miskin baru tanpa listrik. Jadi, ini memang tidak akan pernah benar-benar selesai,” jelas Tohari.
Masih ada sekitar 31 dusun di Bondowoso yang belum terjangkau listrik sepenuhnya. Beberapa dusun hanya membutuhkan 3-4 tiang jaringan untuk terhubung dengan listrik, sementara beberapa lainnya terletak di lokasi yang sangat pelosok, seperti Dusun Tol-Tol, Desa Rejoagung, Kecamatan Sumberwringin.
Untuk mempercepat proses pendataan, Tohari meluncurkan tautan daring bagi warga miskin yang belum memiliki listrik mandiri. “Link ini baru saya luncurkan tiga hari lalu, dan sampai malam ini sudah ada 1.260 laporan masuk. Ini menandakan masih banyak warga Bondowoso yang belum menikmati listrik sendiri,” ujar Tohari.
Sebagai solusi, Tohari menegaskan bahwa pemerintah daerah dan DPRD harus lebih gencar mencari terobosan untuk menyukseskan program Bondowoso Menyala. “Solusinya nanti akan kami diskusikan dengan Pak Sekda. Kita berharap ada langkah nyata agar pemasangan listrik bisa menjangkau semua warga miskin. Yang jelas, jangan sampai masyarakat jadi korban,” pungkasnya. [awi/suf]






