Bondowoso (beritajatim.com) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso tengah memfinalisasi konsep kerja sama lintas daerah dalam lingkup Selingkar Ijen bersama Kabupaten Jember dan Situbondo.
Langkah ini menjadi bagian dari percepatan pembangunan di sektor ekonomi, pariwisata, dan pelayanan masyarakat.
Kepala Bagian Pemerintahan Setda Bondowoso, Abdul Manan, mengatakan bahwa secara formal tinggal menunggu penandatanganan nota kesepakatan oleh bupati masing-masing daerah.
“Apakah nanti dilakukan secara desk to desk atau diseremonikan, itu yang akan kita putuskan. Setelah itu, kami akan bersurat ke DPRD sebagai bentuk etika birokrasi,” ujarnya pada BeritaJatim.com, Jumat (8/8/2025).
Menurut Manan, ruang lingkup kerja sama meliputi berbagai sektor strategis. Nantinya, perangkat daerah akan membuat perjanjian teknis sesuai tupoksi masing-masing.
“Kami berperan sebagai fasilitator dan merangkai narasi pasal demi pasal dalam nota kesepahaman dan perjanjian kerja sama. Intinya harus ada perubahan ke arah yang lebih baik,” tegasnya.
Sebelumnya, Sekretaris Daerah Bondowoso, Fathur Rozi, menyebutkan bahwa kerja sama ini merupakan pondasi awal untuk memperkuat kawasan Selingkar Ijen.
Tahap awal difokuskan pada percepatan pembangunan kawasan, yang kemudian akan diperluas ke sektor pariwisata dengan destinasi yang saling terhubung, dari Bromo hingga Bali.
Fathur mengakui Banyuwangi selangkah lebih maju dalam sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Namun, hal itu justru dijadikan motivasi untuk belajar dan mengambil praktik baik dari daerah tetangga.
“Untuk mengejar ketertinggalan, kita harus punya semangat kebersamaan, membangun kolaborasi dan sinergi antar daerah,” katanya.
Ia menekankan bahwa keberhasilan kolaborasi tidak hanya bergantung pada kerja sama formal, tetapi juga keterlibatan aktif masyarakat, pelaku usaha, dan unsur pemerintah.
“Kami mendorong semua elemen untuk berani berinovasi dan berkreasi, demi kemajuan bersama,” pungkasnya. (awi/but)






