Bojonegoro (beritajatim.com) – Peran strategis tokoh agama kembali menjadi perhatian serius jajaran Polres Bojonegoro. Kapolres Bojonegoro AKBP Afrian Satya Permadi secara khusus melakukan kunjungan ke Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bojonegoro, KH Alamul Huda, sebagai bagian dari pendekatan humanis dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas).
Kunjungan tersebut berlangsung di Masjid Darussalam, Kota Bojonegoro, dan bukan sekadar ajang silaturahmi biasa. Pertemuan itu menjadi forum strategis untuk membangun kolaborasi konkret antara institusi kepolisian dan lembaga keagamaan dalam menciptakan ketahanan sosial.
Menurut Kapolres AKBP Afrian, keterlibatan ulama sangat penting dalam menyuarakan pesan damai serta mencegah potensi konflik sosial yang dapat muncul di masyarakat.
“Ulama punya posisi sentral dalam menyuarakan pesan kedamaian dan mencegah potensi konflik sosial. Oleh karena itu, kami memperkuat kerja sama ini sebagai bagian dari strategi menjaga Kamtibmas berbasis nilai keagamaan,” tegas AKBP Afrian, Sabtu (2/8/2025).
Dalam diskusi bersama jajaran MUI, sejumlah isu aktual turut dibahas, termasuk dinamika sosial dan keagamaan yang berpotensi menimbulkan keresahan. Kapolres menekankan pentingnya intensitas komunikasi antara aparat kepolisian dan para tokoh agama sebagai bentuk deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan.
Ketua MUI Bojonegoro, KH Alamul Huda, menyambut baik dan mengapresiasi langkah proaktif dari pihak kepolisian. Ia menegaskan kesiapan MUI untuk bersinergi dalam mengedukasi umat sekaligus menjaga kondusivitas masyarakat.
“Ulama tak hanya berkewajiban mengajarkan ilmu agama, tapi juga menjaga umat dari hal-hal yang merusak akidah dan keharmonisan sosial,” ujar KH Alamul Huda.
Pertemuan tersebut juga dihadiri tokoh-tokoh agama lainnya, termasuk Ketua Ta’mir Masjid Darussalam, KH Maimun Safi’i, yang turut memberikan dukungan atas penguatan sinergi antara kepolisian dan ulama. [lus/ian]






