Pasuruan (beritajatim.com) – Lembaga Manajemen Infaq (LMI) bersama Yayasan Bina Insan Cendekia (YBIC) menggelar seminar parenting bertema “Orangtua Tangguh Pencetak Generasi Hebat” di Hotel Ascent Premiere, Kota Pasuruan, Jumat (1/8/2025). Kegiatan ini diikuti oleh 500 wali murid dari jenjang PAUD, TK, dan SD YBIC.
Seminar menghadirkan narasumber nasional, Ayah Irwan Rinaldi, yang dikenal sebagai pakar parenting dari Jakarta. Ia membawakan materi seputar tantangan mendidik anak di era digital dan pentingnya peran orang tua dalam membentuk karakter.
Direktur Utama LMI, Agung Wicaksono, menyebut pendidikan terbaik harus dimulai dari rumah. “Melalui parenting class ini, kami ingin membantu para orang tua agar mampu mendampingi anak-anaknya menghadapi tantangan zaman,” ujarnya.
Menurut Agung, anak-anak tak cukup hanya cerdas akademik, tapi juga harus memiliki akhlak dan karakter kuat. “Kami ingin orang tua sadar bahwa rumah adalah madrasah pertama bagi anak-anak,” lanjutnya.
Sementara itu, Heru Winarno, pengasuh YBIC, menambahkan bahwa seminar ini merupakan langkah konkret memperkuat peran orang tua di tengah arus digitalisasi. “Orang tua harus hadir dan tangguh agar anak tidak terseret dampak negatif dunia digital,” tegasnya.
Dalam sesi pemaparannya, Ayah Irwan Rinaldi mengingatkan pentingnya konsistensi dan keteladanan dalam mendidik anak. “Mendidik anak adalah proses panjang, jangan bosan memberi contoh baik setiap hari,” tuturnya.
Ia juga menekankan bahwa lingkungan dan repetisi nasihat akan melekat kuat dalam memori anak. “Ulangi kata-kata positif terus-menerus, karena itulah yang akan mereka ingat dan tiru,” tambahnya.
Seminar ini juga mendapat apresiasi dari Badrut Tamam, Ketua Yayasan Al Uswah Prigen yang menjadi mitra kegiatan pada hari kedua. “LMI luar biasa dalam pelayanannya, dan kami siap bersinergi untuk menyebarkan manfaat lebih luas,” katanya.
Ia juga mendorong kolaborasi dalam hal sosialisasi zakat dan infaq kepada para wali murid. “Semakin banyak yang terlibat, semakin banyak pula masyarakat yang bisa terbantu,” sambungnya.
Melalui kegiatan ini, LMI berharap kolaborasi antara sekolah, orang tua, dan yayasan semakin kuat. “Kami ingin mencetak generasi cerdas, berakhlak, dan siap menghadapi masa depan dengan nilai-nilai Islami,” tutup Agung. (ada/but)






