Blitar (beritajatim.com) – Di Tengah polemik sound horeg bekalangan, viral sosok pria yang yang dijuluki “Thomas Alva Edi Sound Horeg”, pahlawan para penikmat suara menggelegar. Ia adalah Memed Potensio, nama julukan dari Ahmad Abdul Aziz, seorang teknisi dari Brewog Audio Blitar.
Thomas Alva Edi Sound Horeg ternyata sudah terjun ke dunia horeg sejak 2019 lalu. Ia bergabung dengan Brewog Audio Blitar. Sejak saat itu Memed merupakan orang dibalik menggelegarnya Brewog Audio.
Brewog Audio sendiri merupakan kelompok sound horeg yang cukup ternama di Jawa Timur. Bahkan di kalangan sound horeg, Brewog Audio merupakan salah satu yang paling hits dan paling dicari oleh warga.
Kini usai bertahun tahun berkecimpung di dunia horeg, Memed justru viral karena tampilannya yang seperti orang mengantuk saat mensetup Brewog Audio saat cek sound.
“Kalau risih sih enggak, kita menghadapi dengan senang aja buat hiburan. Cuma parodi juga, tidak dibikin susah dibuat happy aja,” ujar Memed dengan santai, Selasa (29/07/2025).
Memed menceritakan bahwa perjalanannya di dunia sound horeg sudah dimulai sejak 2019, ketika ia bergabung dengan Brewog Audio, salah satu nama besar di Blitar. Memed sendiri memang telah menyukai dunia horeg sejak beberapa tahun lalu.
“Sejarah sudah sejak lama, tapi netizen yang menyimpulkan saya sebagai Tomas Alva Edihoreg. Ya tidak apa-apa. Tapi kalau awal mulai ikut sound horeg sejak 2019, ikut Brewog Audio sampai sekarang,” terangnya.
Pria asal Blitar ini juga membenarkan soal penampilannya yang kerap terlihat mengantuk dengan kantung mata. Bukan karena bosan, melainkan jadwal kerja yang padat membuat jam tidurnya tak teratur.
“Iya benar (ngantuk) kurang tidur karena jam tidur tidak teratur. Biasanya karnaval ada yang sampai subuh, setelah itu tidur 1-3 jam. Lalu berangkat lagi ke lokasi berikutnya,” tandas Memed, memberikan gambaran betapa kerasnya dedikasi di balik setiap dentuman sound horeg.
Sosok Memed Potensio alias Ahmad Abdul Aziz ini membuktikan bahwa di balik fenomena viral dan sound system raksasa, ada dedikasi teknisi yang bekerja keras, bahkan harus berkorban waktu tidur demi menghibur masyarakat dengan sound horeg mereka. (owi/but)






