Pacitan (beritajatim.com) – Menjelang peluncuran resmi Ekspedisi Merah Putih, rangkaian persiapan terus menunjukkan kemajuan signifikan. Ekspedisi yang akan menelusuri pesisir selatan Pacitan sejauh 70 mil laut atau sekitar 112 kilometer ini kini memasuki tahap survei dan pemetaan jalur.
Sejak Selasa (22/7/2025), tim jalur barat mulai bergerak ke wilayah Kecamatan Donorojo untuk memetakan rute dan mengecek medan. Sejumlah pantai eksotis yang belum banyak terekspos turut menjadi bagian dari lintasan ekspedisi ini, di antaranya Pantai Nyawiji, Kijingan, Banyutibo, Buyutan, Ngandul, Dayati, Seruni Piser, Karangbolong, hingga Pantai Klayar dan Bukit Pringjono.
“Selain pengecekan jalur, kami juga melakukan pembersihan dan penandaan rute untuk memastikan keamanan dan kemudahan akses,” jelas Penanggung Jawab Ekspedisi Merah Putih, Luthfi Azza Azizah, Jumat (25/7/2025).
Sementara itu, tim jalur timur tengah menyiapkan lintasan dari Kecamatan Sudimoro yang meliputi Pantai Tirisan, Ngobyok, Bakung, Serop, hingga Congot Ndaki. Jalur ini akan berujung di Pantai Pancer Door, Kelurahan Ploso, yang menjadi titik temu kedua tim sekaligus penutup ekspedisi.
Ekspedisi Merah Putih tidak hanya berfokus pada penelusuran fisik, tetapi juga mencakup pemetaan potensi kelautan, wisata, dan budaya di wilayah pesisir. Kegiatan ini melibatkan komunitas bahari, nelayan, peneliti, pelaku wisata, dan unsur masyarakat lainnya.
Dengan mengusung tema “70-Mile Sea Paradise”, ekspedisi ini diharapkan mampu memperkenalkan keelokan pantai dan laut Pacitan ke khalayak yang lebih luas. Keindahan pasir putih, tebing karang, dan laut biru menjadi kekayaan alam yang siap diangkat untuk memperkuat branding pariwisata daerah.
“Harapannya, ekspedisi ini bisa membuka akses ke destinasi pesisir yang selama ini belum tergarap optimal dan memperkuat citra Pacitan sebagai surga wisata bahari,” tambah Luthfi. [tri/beq]






