Lamongan (beritajatim.com) – Operasi Patuh Semeru 2025 yang digelar Satlantas Polres Lamongan sejak sembilan hari lalu telah menjaring lebih dari seribu pelanggar lalu lintas. Hingga Rabu (23/7/2025), tercatat sebanyak 1.092 pelanggaran terekam melalui sistem Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) statis dan 118 melalui ETLE mobile.
Selain itu, aparat kepolisian juga telah menerbitkan 792 surat tilang dan memberikan 3.906 teguran kepada pengendara.
“Data pasti masih dalam pendataan karena hingga saat ini Operasi Patuh masih berlangsung, sebagian besar kendaraan roda dua,” ujar KBO Satlantas Polres Lamongan, Iptu Fifin Yuli Subagyo.
Fifin menegaskan bahwa operasi ini tidak hanya menyasar pengendara roda dua, tetapi juga roda empat atau mobil. Seluruh pelanggaran yang terlihat secara kasat mata menjadi target utama.
Adapun jenis pelanggaran yang menjadi sasaran penindakan antara lain pengendara yang melanggar marka jalan, melawan arus, berkendara dalam kondisi mabuk atau di bawah pengaruh narkoba, serta menggunakan ponsel saat berkendara.
Selain itu, pelanggaran seperti tidak memakai helm SNI, tidak menggunakan sabuk pengaman, berkendara melebihi batas kecepatan, pengendara di bawah umur, kendaraan tidak layak jalan, tidak dilengkapi spion, serta penggunaan knalpot tidak standar juga menjadi perhatian utama.
“Surat-surat kendaraan yang tidak lengkap, Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) yang tidak sesuai, serta kendaraan yang memasang rotator dan sirene tidak pada peruntukannya juga kami tindak,” imbuh Fifin.
Operasi yang akan berlangsung hingga 27 Juli 2025 ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat dalam berlalu lintas sekaligus menekan angka kecelakaan di jalan raya.
“Selain penindakan langsung di lapangan, petugas juga menggunakan sistem tilang elektronik atau ETLE untuk menindak pelanggaran secara otomatis melalui kamera pengawas,” jelas Fifin.
Tak hanya itu, selama Operasi Patuh Semeru berlangsung, Satlantas Polres Lamongan juga menggencarkan program edukatif seperti Polantas Menyapa. Program ini dilakukan dengan berdiskusi bersama komunitas otomotif, ojek online, dan juga menyasar pelajar di sekolah-sekolah untuk meningkatkan kesadaran sejak dini akan pentingnya keselamatan berkendara. [fak/beq]






