Banyuwangi (beritajatim.com) — Hingga operasi SAR resmi ditutup pada Senin sore (21/7/2025), kejelasan data manifest penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tenggelam di perairan Selat Bali, Rabu lalu (2/7/2025), masih menjadi misteri.
Dalam rapat penutupan operasi SAR yang digelar daring melalui Zoom, Kepala Pelaksana BPBD Banyuwangi, Danang Hartanto, secara tegas mempertanyakan kepastian jumlah penumpang kapal naas tersebut.
“Kami dari Pemkab Banyuwangi ingin menanyakan jumlah penumpang yang pasti. Karena sebelumnya disebutkan yang hilang 16. Hal ini kami tanyakan karena kaitannya dengan santunan. Mohon dijelaskan kepastiannya,” tegas Danang kepada Sar Mission Coordinator (SMC) Operasi SAR, Nanang Sigit.
Ironisnya, hingga pencarian berakhir, jawaban pasti soal manifest justru saling dilempar antara pihak SMC, operator kapal, hingga ASDP. SMC Nanang Sigit berdalih bahwa data manifest sepenuhnya menjadi tanggung jawab operator dan perusahaan kapal.
“Manifest menjadi wewenang pihak ASDP dan Raputra selaku perusahaan kapal Tunu Pratama Jaya. Sedangkan kami fokus untuk pencarian korban,” ujar Nanang.
Di sisi lain, GM ASDP Ketapang, Yannes Kurniawan, justru melempar tanggung jawab kepada nahkoda kapal yang hingga kini belum ditemukan.
“Terkait manifest pada Pasal 19 UU 17 Tahun 2008 menjadi tanggung jawab nahkoda,” katanya.
Tak kalah membingungkan, Wakacab PT Raputra Jaya Delnov Nababan menegaskan bahwa pihaknya berpegang pada manifest resmi berjumlah 65 orang, terdiri dari 53 penumpang dan 12 kru.
“Sesuai data, 53 penumpang dan 12 kru itu manifestnya,” klaim Delnov.
Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan banyak korban selamat maupun meninggal ditemukan di luar daftar manifest tersebut. Meski demikian, pihak perusahaan tetap menepis kemungkinan adanya penumpang tambahan di luar data tiket.
“Nahkoda gak mungkin menambahkan. Kita selalu berdasar data tiket yang ada. Ya datanya sejumlah yang tertera yakni 65,” dalih Delnov.
Sebagai informasi, hingga operasi SAR resmi ditutup, total sudah 49 korban ditemukan, terdiri dari 30 selamat dan 19 meninggal dunia. Empat korban di antaranya masih belum teridentifikasi hingga kini. (ayu/ted)






