Sidoarjo (beritajatim.com) – Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Sidoarjo masa khidmat 2024–2028 resmi dilantik pada Minggu malam (20/7/2025) di Mall Pelayanan Publik Sidoarjo. Pelantikan ini menjadi penanda tekad baru Ansor dalam mengakselerasi transformasi digital dan penguatan ekonomi kader, sejalan dengan tema besar yang diusung: DIGINOMIC – Digdaya Digital, Economic.
Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri jajaran tokoh penting, di antaranya Wakil Bupati Sidoarjo Hj. Mimik Idayana dan suami Rahmad Muhajirin, Ketua DPRD H. Abdillah Nasih, Kapolres Sidoarjo, perwakilan Forkopimda, Ketua KPU, Panwaslu, serta unsur Badan Otonom NU dan para tamu undangan.
Pelantikan ini menjadi momentum strategis bagi organisasi kepemudaan Nahdlatul Ulama tersebut untuk menetapkan arah baru gerakan yang modern, adaptif, dan berdaya saing tinggi di era digital.
Ketua PC GP Ansor Sidoarjo, Choirul Mu’minin menegaskan bahwa Ansor harus menjadi organisasi modern yang menjawab tantangan zaman. “Ngaji adalah ruh kita sebagai kader Ansor. Ini menjadi landasan penguatan spiritual dan akidah Ahlussunnah wal Jamaah An-Nahdliyah. Tanpa ruh itu, gerakan kita akan kehilangan arah dan nilai,” tegasnya.
Choirul, yang akrab disapa Gus Choi, juga menekankan pentingnya konsolidasi dan kaderisasi berkelanjutan melalui program Ngader. “Kita harus memiliki kader yang tak hanya loyal, tetapi juga terorganisir, profesional, dan mampu menjadi solusi di tengah masyarakat,” ujarnya.
Pilar ketiga dari visi besar GP Ansor Sidoarjo adalah Makaryo, yang mencakup pemberdayaan ekonomi, literasi teknologi, dan pelayanan sosial berbasis komunitas. “Makaryo adalah bentuk keberpihakan kita kepada masyarakat bawah. Kita ingin kader Ansor menjadi pelopor pembangunan berbasis kerakyatan,” imbuhnya.
Salah satu terobosan langsung yang diresmikan adalah Program Ketahanan Pangan. Agenda prioritas ini mencakup pengembangan pertanian terpadu serta usaha pangan berbasis komunitas. “Ketahanan pangan ini bukan hanya soal menanam, tapi bagaimana kita membangun ekosistem ekonomi yang mandiri, sehat, dan berkelanjutan. Kader Ansor harus bisa bertani, beternak, dan berdagang dengan semangat kemandirian,” jelas Choirul.
Tak hanya simbolik, langkah konkret telah dijalankan. Sebelum pelantikan, GP Ansor Sidoarjo menggelar Panen Raya Rumput Laut di Desa Tanjungsari, Kecamatan Jabon. Acara tersebut turut dihadiri Kasatkornas Banser, H. M. Syafiq Syauqi, Lc., yang mengapresiasi inovasi Ansor dalam ketahanan pangan maritim. “Inilah model pemberdayaan yang dibutuhkan. GP Ansor Sidoarjo telah memberikan contoh bagaimana organisasi kepemudaan bisa bersinergi dengan potensi lokal,” pujinya.
Wakil Bupati Hj. Mimik Idayana menyebut GP Ansor sebagai organisasi “paket lengkap”. Ia berharap sinergi dengan pemerintah daerah terus diperkuat. “Ansor adalah mata dan kaki pemerintah dalam mengawasi dan membantu pembangunan daerah,” ujarnya.
Ketua DPRD Kabupaten Sidoarjo, H. Abdillah Nasih, juga menyampaikan harapan agar Ansor menjadi mitra strategis pemerintah sekaligus agen kontrol sosial yang positif. Dengan singkat namun penuh makna, ia menyebut satu kata untuk Ansor: “Amazing.” [kun]







