Banyuwangi (beritajatim.com) – Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) memastikan akan membangun Kantor SAR di Banyuwangi, yang sebelumnya hanya berstatus Pos Siaga SAR di bawah koordinasi Kantor SAR Surabaya. Peningkatan status ini akan memperkuat kemampuan respons SAR di kawasan rawan, khususnya wilayah Selat Bali yang dikenal sebagai jalur penyeberangan laut tersibuk di Indonesia.
Sekretaris Utama Basarnas, Dr. Abdul Haris Achadi, menyatakan bahwa peningkatan status tersebut sudah mendapatkan penetapan dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) sejak tahun lalu.
“Pos SAR Banyuwangi akan naik status menjadi kantor SAR. Artinya secara struktur, berdiri sendiri, tidak lagi di bawah Surabaya. Untuk itu, kami segera membangun Kantor SAR di Banyuwangi,” ujarnya saat bertemu Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono.
Menurut Haris, keputusan ini dilandasi oleh pertimbangan tingginya risiko kecelakaan dan potensi bencana di kawasan perairan Selat Bali. Dengan adanya kantor SAR yang berdiri mandiri, upaya penyelamatan bisa dilakukan lebih cepat dan efisien.
“Oleh karena itu, kehadiran kantor SAR di Banyuwangi penting untuk mempercepat respons rescue jika sewaktu-waktu dibutuhkan dalam situasi darurat,” tegas Haris.
Ia menambahkan bahwa Basarnas akan menyediakan berbagai perlengkapan SAR yang lebih lengkap dibandingkan pos siaga. Termasuk pembangunan gudang, fasilitas latihan, alat penyelamatan, dan gedung administrasi. Salah satu dukungan besar yang direncanakan adalah pengiriman kapal penyelamat sepanjang 40 meter yang kini masih berada di Surabaya.
“Tentu dukungan dari Pemkab Banyuwangi sangat kami harapkan. Kami berharap tahun ini sudah bisa terealisasi berkat dukungan pemkab,” imbuh Haris.
Wakil Bupati Mujiono menyambut baik rencana tersebut dan menegaskan kesiapan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan Kantor SAR tersebut, terutama dalam hal penyediaan lahan.
“Kebetulan kita ada lahan yang bisa dikembangkan. Lokasinya juga di Ketapang, nanti kita akan kaji bersama feasibility-nya,” kata Mujiono.
Ia menilai kehadiran kantor SAR akan menjadi bagian penting dalam sistem penanggulangan bencana dan keselamatan di wilayah Banyuwangi, khususnya kawasan pesisir dan perairan.
“Akan segera kita bahas teknis pembangunannya. Nanti akan ada pertemuan lagi lebih teknis,” tandasnya. [alr/beq]






