Kediri (beritajatim.com) – Menteri Pertanian Republik Indonesia, Amran Sulaiman, melakukan kunjungan kerja ke Kediri, Jawa Timur, Selasa pagi (15/7/2025). Dalam rangkaian agenda pertamanya, Amran menyambangi Pabrik Gula (PG) Pesantren Baru yang merupakan bagian dari PTPN III dan dikelola oleh PT Sinergi Gula Nusantara (SGN).
Dalam sambutannya, Menteri Amran menyampaikan kabar penting terkait alokasi dana besar untuk mendukung sektor perkebunan tebu nasional.
“Yang pertama, baru saja kami terima revisi anggaran. Nanti pak Dirut SGN (Sinergi Gula Nusantara) dapat 200 miliar untuk plasma. Kami sudah tanda tangani tadi pagi. Kirim ke Menteri Keuangan dan Presiden. Kalau itu jadi, saya kira tebu, gula ini meningkat,” kata Amran.
Ia juga menyinggung soal dukungan pemerintah terhadap petani lewat akses Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang kini lebih fleksibel.
“Yang kedua kredit KUR. Ini rapatnya berulang-ulang. Boleh mengambil kredit. Tidak perlu akumulasi, sampai kapanpun,” imbuhnya.
Bahkan, bagi petani yang sebelumnya pernah mengakses kredit komersial, tetap dapat kembali mengambil fasilitas KUR untuk mendukung usahanya.
Amran menargetkan dalam waktu tiga tahun ke depan Indonesia bisa merebut kembali posisi sebagai negara swasembada gula. “Tiga tahun ke depan semoga kita rebut swasembada gula.”
Ia menambahkan bahwa arahan Presiden adalah untuk bertindak cepat dalam memperbaiki dan memperkuat sektor pertanian serta mendengarkan langsung aspirasi dari masyarakat bawah.
Kehadiran Menteri Amran disambut oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elistianto Dardak, Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, serta jajaran direksi PT SGN dan manajemen PG Pesantren Baru Kediri.
Usai mengunjungi pabrik, rencananya Amran juga akan meninjau langsung area perkebunan tebu di wilayah Jengkol, Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri. [nm/aje]






