Mojokerto (beritajatim.com) – Momentum libur sekolah dimanfaatkan secara maksimal oleh Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto untuk mendorong percepatan kepemilikan dokumen kependudukan. Terutama di kalangan remaja yang telah memasuki usia wajib KTP.
Melalui program Gerakan Indonesia Sadar Adminduk (GISA), layanan pencatatan sipil massal kembali digelar. Kali ini, program GISA yang digelar di Kecamatan Trowulan disambut antusias oleh para warga, terutama para pelajar berusia 17 tahun yang kini sedang menikmati libur panjang sekolah.
Wakil Bupati (Wabup) Mojokerto, Muhammad Rizal Octavian menyebut liburan sekolah sebagai waktu yang tepat bagi para remaja untuk segera mengurus KTP elektronik (e-KTP). Ia mendorong para orang tua dan masyarakat untuk tidak melewatkan kesempatan ini.
“Mumpung musim liburan, yang belum punya KTP, usia-usia 17 harus dimaksimalkan program ini,” ujar Mas Wabup (sapaan akrab, red) saat meninjau kegiatan GISA di Pendopo Kantor Kecamatan Trowulan, Kamis (10/7/2025).
Lebih lanjut, orang nomor dua di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto ini juga mengimbau agar warga saling menginformasikan mengenai layanan GISA ini. Termasuk untuk pengurusan KTP hilang atau rusak, serta dokumen lain seperti Kartu Keluarga (KK), akta kelahiran, dan akta kematian.
Sementara itu, Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Kabupaten Mojokerto, Amat Susilo menjelaskan bahwa lebih dari 1.500 warga ditargetkan akan terlayani dalam kegiatan GISA kali ini. Bahkan, jika antusiasme warga masih tinggi, jadwal layanan bisa diperpanjang hingga Minggu (13/7/2025).
“Hari ini kita mulai perekaman KTP, targetnya sekitar 1.500 sampai 1.600 orang. Kita buka sampai Sabtu, dan bila perlu ditambah sampai Minggu. Tidak perlu ambil ke kantor kecamatan. Tunggu saja di rumah, nanti kurir Kantor Pos yang mengantarkan terangnya.
Amat juga mengungkapkan bahwa seluruh KTP hasil perekaman tidak perlu diambil secara langsung, melainkan akan dikirimkan ke alamat masing-masing oleh kurir Kantor Pos. Khusus bagi remaja yang belum genap 17 tahun saat perekaman, KTP akan dicetak dan dikirim setelah usia mereka mencukupi.
Dengan sistem jemput bola dan layanan kirim langsung ke rumah, program GISA ini tidak hanya mempercepat kepemilikan dokumen, tapi juga memangkas kerumitan birokrasi, terutama bagi masyarakat di wilayah pedesaan. [tin/but]






