Magetan (beritajatim.com) – Pemkab Magetan memperluas cakupan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) ke kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD (B3).
Kebijakan ini merupakan bentuk komitmen dalam mendukung percepatan penurunan stunting, perbaikan gizi keluarga, dan peningkatan kualitas generasi masa depan. Program MBG sendiri merupakan salah satu program prioritas nasional yang dicanangkan Presiden RI.
Sejak Januari 2025, MBG di Magetan telah menyasar anak-anak sekolah. Kini, berkat kerja sama antara Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dengan Badan Gizi Nasional (BGN), kelompok B3 turut menjadi sasaran penerima manfaat.
“Di bulan Juli ini, Pemkab Magetan mulai memperluas sasaran MBG kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non PAUD secara bertahap. Di Kecamatan Magetan ada 307 sasaran dan di Sukomoro sebanyak 457 sasaran,” kata Wakil Bupati Magetan, Suyatni Priasmoro, Selasa (8/72025), saat peluncuran program di Balai Kelurahan Tambran.
Menurut Wabup, jumlah penerima B3 akan bertambah seiring bertambahnya Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Magetan. Saat ini tercatat 764 sasaran dari kelompok B3. Ia menegaskan, ada mekanisme kontrol agar makanan tidak dikonsumsi pihak yang bukan sasaran, dengan pendampingan kader dan partisipasi aktif masyarakat dalam pengawasan.
Masyarakat pun menyambut baik program ini. “Kami menilai program ini sangat membantu. Menu makanan juga lengkap, ada nasi, sayur, lauk ikan, susu, dan buah,” kata Rindang Rosari, ibu hamil dari Kelurahan Tambran.
Plt Kepala Dinas P2KBP3A Magetan menjelaskan bahwa sesuai ketentuan, 10 persen dari total penerima MBG adalah kelompok B3. Dengan rencana peluncuran enam SPPG baru, jumlah sasaran akan terus berubah mengikuti dinamika seperti kelahiran atau peralihan status balita.
Setiap SPPG ditargetkan melayani 3.500 penerima, dan 10 persennya diperuntukkan bagi kelompok B3. Saat ini, penyaluran MBG untuk kelompok B3 dilakukan dua kali seminggu selama anak sekolah masih libur. Titik dropping MBG ditetapkan di kantor kelurahan, kemudian didistribusikan langsung ke sasaran oleh kader pendamping. [fiq/beq]






