Houston— Tahun panjang penuh tantangan menanti Tim Nasional Sepak Bola Putra Amerika Serikat (USMNT) menjelang Piala Dunia 2026.
Harapan meraih gelar di final Concacaf Gold Cup harus pupus setelah Edson Álvarez mencetak gol sundulan di menit ke-77 yang dikonfirmasi melalui VAR. Hasil itu memastikan kemenangan Meksiko atas Amerika Serikat dengan skor tipis 2-1 di Stadion NRG, Houston, Minggu (6/7).
Keberhasilan ini menegaskan dominasi Meksiko di ajang Gold Cup. Mereka berhasil mempertahankan gelar dan mencatat back-to-back champion. Sejak 2011, trofi Gold Cup memang silih berganti jatuh ke tangan dua rival abadi di kawasan Concacaf ini.
AS sempat merajai pada 2013, 2017, dan 2021, sedangkan Meksiko tampil superior di 2011, 2015, 2019, 2023, hingga edisi 2025 ini.
Atmosfer laga final benar-benar panas sejak awal peluit dibunyikan. Amerika sempat membuat publik Houston bergemuruh ketika Chris Richard sukses menanduk bola di menit ke-4.
Sundulan itu membuat pasukan Mauricio Pochettino unggul cepat 1-0 dan seolah memberi sinyal bahwa trofi akan pulang ke Negeri Paman Sam.
Namun, Meksiko tak tinggal diam. Penyerang senior Raúl Jiménez menjadi momok pertahanan Amerika Serikat dengan gol balasannya di menit ke-27. Kedudukan imbang 1-1 membuat duel dua raksasa zona Concacaf ini semakin menegangkan.
Sayangnya, momentum positif AS tak mampu dipertahankan hingga akhir. Menit ke-77, Edson Álvarez menuntaskan umpan sepak pojok dengan sundulan tajam yang sempat membuat para pemain AS protes. Namun, VAR menegaskan gol tersebut sah.
“Ini momen yang pahit, tapi kami harus belajar. Fokus kami sekarang adalah Piala Dunia 2026,” kata Pochettino seusai laga.
Kekalahan ini tentu menjadi tamparan sekaligus bahan evaluasi bagi USMNT yang akan tampil di Piala Dunia mendatang bersama Kanada dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama. Persiapan matang, mental baja, dan konsistensi akan menjadi modal wajib jika tak ingin kembali gigit jari di panggung dunia.
Pochettino, pelatih asal Argentina yang pernah menukangi klub-klub raksasa seperti Tottenham Hotspur, Paris Saint-Germain, hingga Chelsea, tercatat sudah meraih sembilan kemenangan, satu hasil imbang, dan enam kekalahan dalam 16 pertandingan sejak dipercaya menakhodai USMNT pada September 2024. Kekalahan di final Gold Cup ini menjadi kekalahan kedua melawan Meksiko di era Pochettino.
Kekalahan ini tentu menjadi tamparan sekaligus bahan evaluasi bagi USMNT yang akan tampil di Piala Dunia mendatang bersama Kanada dan Meksiko sebagai tuan rumah bersama. Persiapan matang, mental baja, dan konsistensi akan menjadi modal wajib jika tak ingin kembali gigit jari di panggung dunia.(ted)






