Blitar (beritajatim.com) – Prestasi kontingen Kabupaten Blitar di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur (Jatim) 2025 merosot. Prestasi Kabupaten Blitar anjlok jika dibandingkan Porprov Jatim 2024 kemarin.
Usai penutupan kemarin, Kabupaten Blitar tercatat hanya mampu finish di posisi 14. Kondisi ini tentu meleset dari target sang Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Blitar, Beky Herdihansah yang menargetkan posisi 7 besar di ajang Porprov Jatim 2025 ini.
Pada saat pemberangkatan atlet Porprov kemarin, Beky yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati (Wabup) Blitar menegaskan bahwa target kontingen Kabupaten Blitar adalah 7 besar. Iming-iming bonus besar pun disiapkan demi bisa memenuhi target tersebut.
“Target untuk kita itu 7 besar tapi nanti di tahun 2027 target kita 3 besar,” Ucap Beky waktu itu.
Namun, target tersebut tak terealisasi. Prestasi kontingen Kabupaten Blitar di ajang Porprov Jatim justru merosot dari posisi 8 besar menjadi 14 besar pada tahun 2025 ini.
Ini tentu menjadi tamparan keras buat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Blitar khususnya Beky Herdihansah. Meski dinahkodai langsung oleh Wabup Blitar, KONI Kabupaten Blitar nampaknya harus segera berbenah agar bisa meningkatkan prestasinya di ajang Porprov Jatim di tahun mendatang.
Ketua Harian Komite Olahraga Nasional (KONI) Kabupaten Blitar, Fatatoh Hirony Ulya mengakui jika peringkat Kabupaten Blitar pada Porprov Jatim 2025 saat ini turun dibanding Porprov sebelumnya. Namun Fatotoh menyebut turunnya peringkat ini, bukan berarti kegagalan.
“Iya memang kalau dilihat dari peringkat, kabupaten Blitar turun. Dibanding sebelumnya kita di 10 besar, saat ini di 14 besar, Karena semua atlet dan cabang olahraga (cabor) yang ada di Kabupaten Blitar berangkat semua dan menunjukkan perjuangannya,” ungkap Fatotoh, Senin (7/7/2025).
Dalam gelaran Porprov Jatim 2025 ini, Kabupaten Blitar berhasil meraih total medali sebanyak 84, dengan rincian 19 emas, 22 perak dan 43 perunggu. Prestasi Kabupaten Blitar ini masih kalah mentereng dibandingkan daerah tetangga seperti Kabupaten Malang.
Meski prestasinya merosot, KONI Kabupaten Blitar mengaku telah memberikan fasilitas yang lebih layak bagi para atlet, termasuk untuk uang saku, daripada kegiatan sebelumnya. Harapannya tentu agar prestasi atlet mencapai target, namun apa mau dikata angan-angan tak sesuai realitas. Prestasi Kabupaten Blitar justru anjlok.
KONI Kabupaten Blitar berdalih ada beberapa faktor yang membuat prestasinya merosot di ajang Porprov Jatim 2025 ini. Persiapan yang sangat pendek, dari Musorkab kemudian di Pra Porprov serta Porprov menjadi salah satu faktor kurangnya persiapan Kabupaten Blitar menghadapi Porprov ini.
“Anggaran untuk Porprov pada 2023 lalu, besarnya hampir sama dengan yang sekaran ini senilai Rp1,6 miliar. Hanya yang membedakan adalah persiapan yang dilakukan,” ungkapnya.
Sejatinya KONI Kabupaten Blitar mendapatkan anggaran yang cukup besar di ajang Pra-Proprov dan Porprov Jatim 2025 ini. Diketahui KONI Kabupaten Blitar mendapatkan suntikan dana sebesar Rp.2,7 miliar untuk ajang Porprov 2025 ini dari Pemerintah Daerah (Pemda).
Tentu dengan nilai yang cukup banyak tersebut, seharusnya prestasi kontingen Kabupaten Blitar bisa berbuat lebih, namun ini justru sebaliknya. Prestasi kontingen Kabupaten Blitar anjlok dari tahun 2024.
Terkait hal itu, KONI Kabupaten Blitar pun memberikan penjelasan bahwa anggaran Rp.2,7 miliar itu tidak sepenuhnya untuk pelaksanaan Porprov. KONI Kabupaten Blitar menegaskan bahwa anggaran yang digunakan untuk Porprov 2025 hanya sebesar Rp.1,6 miliar.
Sementara sisa yang ada, digunakan untuk keperluan biaya operasional KONI dan juga anggaran pembinaan atlet di tahun berjalan.
“Tidak semuanya untuk Porprov, kita masih perlu untuk menjalankan operasional KONI, pembinaan atlet. Ya tidaklah kalau nilai 2,7 itu semua untuk Porprov,” pungkasnya. [owi/aje]






