Pasuruan (beritajatim.com) – Taman Tematik Mekah di Kota Pasuruan kembali menuai sorotan publik setelah aksi vandalisme terjadi di area replika Ka’bah. Coretan tidak bertanggung jawab memenuhi permukaan miniatur, mencoreng nilai religi yang dibangun di kawasan itu.
Kondisi ini menjadi ironi karena taman tersebut belum genap setahun diresmikan sebagai ikon wisata spiritual. Coretan itu terlihat mencolok dan merusak estetika taman yang dibangun dengan konsep islami.
Kejadian ini terungkap setelah foto-foto replika Ka’bah yang dicoret menyebar di media sosial. Banyak netizen mempertanyakan pengawasan dan perawatan fasilitas publik yang seharusnya dijaga ketat.
Menanggapi hal tersebut, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Pasuruan menyampaikan bahwa material replika memang terbuat dari kain. Hal inilah yang menyebabkan permukaan lebih rentan terhadap coretan tangan.
Sekretaris Dispora Kota Pasuruan, Budi, menjelaskan bahwa aksi vandalisme biasanya terjadi saat petugas kebersihan tidak berada di area utama. “Biasanya terjadi saat petugas bersih-bersih toilet atau sedang di luar masjid,” jelasnya.
Budi memastikan bahwa coretan tersebut bukan dibiarkan begitu saja. “Segera akan dilakukan pengecatan ulang oleh rekanan pelaksana,” tambahnya.
Ia menyebut pengecatan akan dilakukan paling lambat minggu depan sebagai bagian dari tanggung jawab rekanan. Masa pemeliharaan taman masih berlangsung hingga Agustus 2025, sebelum serah terima ke pihak pemerintah daerah. [ada/aje]






