Probolinggo (beritajatim.com) – Penutupan event “Seminggu di Probolinggo” (Semipro) pada Jumat malam (4/7/2025) berlangsung tidak sesuai harapan. Acara tahunan yang biasanya meriah ini justru diwarnai insiden ricuh, hingga seorang talent menjadi korban pemukulan oleh pemuda tak dikenal yang terlibat tawuran di sekitar area belakang panggung (backstage).
Kejadian tersebut pertama kali mencuat melalui unggahan akun Instagram @probolinggokita, yang menyebut salah satu performer menjadi korban pemukulan saat menunggu giliran tampil. Dalam unggahan itu, korban menceritakan pengalamannya saat insiden terjadi.
“Aku lagi duduk di tangga dekat patung Garuda, nunggu show kedua. Tiba-tiba ada keributan. Katanya ada yang mukul kaca mobil Pak Wali. Aku nggak tahu-menahu, terus ada polisi bilang ‘Dek, awas ada yang mabuk’. Aku langsung jalan masuk backstage, tapi ada orang yang menabrakku. Karena pakai heels, aku jatuh. Begitu bangun, aku malah dipukul sama mas-mas itu,” tulis korban dalam cerita yang diunggah.
Tak hanya dirinya, menurut pengakuannya, ada talent lain yang juga menjadi korban pemukulan dan sempat melawan, yang justru memperkeruh situasi.
Pihak penyelenggara, CV Tropis Media Plan, melalui Elok Hanifa selaku perwakilan EO, membenarkan adanya kepadatan di area backstage pada malam penutupan Semipro. Ia menyampaikan bahwa dua tenda berukuran 6×3 meter dan sekitar 50 kursi telah disiapkan khusus untuk para talent.
“Memang situasi cukup padat. Banyak yang datang dengan alasan sebagai pendamping atau kru, sehingga membuat tim kesulitan mengatur pergerakan,” ujar Elok saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp, Sabtu (5/7/2025).
Elok menambahkan bahwa kejadian ini menjadi bahan evaluasi penting bagi pihak penyelenggara. “Kami berterima kasih atas semua kritik dan masukan yang diberikan. Ke depan, akan kami jadikan pembelajaran untuk perbaikan pelaksanaan event berikutnya,” tutupnya. (ada/kun)






