Bojonegoro (beritajatim.com) – Cabang olahraga panahan Bojonegoro akhirnya mengukir prestasi di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur IX/2025. Setelah dua edisi sebelumnya gagal menyumbangkan medali, tim panahan Bojonegoro berhasil merebut satu medali emas dari nomor beregu putri.
Terakhir kali panahan Bojonegoro meraih emas adalah pada Porprov 2019, saat menjadi tuan rumah.
Medali emas diraih oleh tiga atlet muda andalan Bojonegoro, Andini Atha Aurellia, Dienda Desty Zahira, dan Javara Ilmira Harmono. Ketiganya tampil gemilang dalam laga final di Malang Raya, Senin (30/6/2025), dengan skor total 1.833 poin, mengungguli regu dari Kabupaten Trenggalek dan Kota Surabaya.
“Alhamdulillah hari ini meraih satu medali emas beregu putri,” ungkap Ketua KONI Bojonegoro, Sahari kepada wartawan.
Ia berharap raihan ini bisa menjadi motivasi tambahan bagi para atlet Bojonegoro, khususnya di cabor panahan, untuk tampil maksimal di nomor-nomor berikutnya.
Bangkit Setelah Absen Medali di Porprov 2022 dan 2023
Ketua kontingen Kabupaten Bojonegoro, Tonny Ade Irawan, mengungkapkan bahwa hasil ini menandai kebangkitan panahan Bojonegoro yang sempat mandek prestasi di dua edisi Porprov sebelumnya. Terakhir panahan Bojonegoro mendapat emas pada Porprov 2019.
“Setelah itu, di Porprov 2022 dan 2023 tidak ada medali. Maka, emas ini seperti pelepas dahaga dan bukti panahan Bojonegoro bangkit kembali,” tegas Tonny, yang juga mantan jurnalis.
Ia juga menambahkan bahwa ketiga atlet tersebut sebelumnya sudah menunjukkan performa gemilang saat meraih emas di Popda XIV Jatim 2024, setelah menaklukkan atlet panahan Kabupaten Tulungagung di partai final.
Soliditas dan konsistensi ketiga atlet menjadi kunci keberhasilan tim. Mereka tampil kompak dan mampu menjaga fokus sepanjang pertandingan, hingga memastikan kemenangan mutlak atas lawan-lawannya. Dengan modal ini, Bojonegoro berpeluang menambah pundi-pundi medali dari cabor panahan dalam laga lanjutan Porprov IX/2025. [lus/ian]






