Oklahoma City (beritajatim.com) – Sebenarnya, peluang Indiana Pacers dan Oklahoma City Thunder fifty-fifty jelang game ketujuh NBA Finals pagi tadi. Apalagi, saat point guard Pacers Tyrese Haliburton mencetak 9 angka di 7 menit awal kuarter pertama.
Tetapi, semuanya berubah menjadi bencana bagi Pacers. Memasuki menit kedelapan, Haliburton menderita cedera achilles di kaki kanannya. Dia terpaksa tidak bisa melanjutkan permainan.
Angin permainan berubah menjadi milik Thunder. Game yang dimainkan di Paycom Center, Oklahoma City, itu akhirnya berujung kemenangan tuan rumah 103-91. Thunder juara NBA dengan skor 4-3.
Ini merupakan titel NBA pertama bagi Thunder. Sebelumnya, prestasi terbaik mereka “hanya” menjadi runner-up pada musim 2011–2012. Kala itu, mereka keok di tangan Miami Heat.
“Ini adalah mimpi yang jadi kenyataan bagi semua (yang ada di Thunder, Red) dalam hidup mereka. Bahkan, kami sendiri tidak menyangka bisa melakukannya,” ujar pelatih Thunder Mark Daigneault dilansir The New York Times.
Tetapi, sebenarnya “sinyal” juara Thunder telah tercium sejak musim reguler. Mereka adalah yang terbaik dengan mengemas 68 kemenangan. Selain itu, point guard Shai Gilgeous-Alexander juga berstatus MVP. Pebasket 26 tahun tersebut juga akhirnya diganjar MVP untuk NBA Finals.
Thunder juga jadi tim termuda kedua yang memenangi NBA Finals. Hanya Portland Trail Blazers pada musim 1976–1977 yang lebih muda dari mereka.
Sedangkan bagi Pacers, kegagalan kali ini kembali memperpanjang penantian mereka untuk juara. Sebelumnya, mereka juga dikalahkan LA Lakers pada musim 1999–2000.
“Hati kami hancur (ketika Haliburton cedera, Red). Tetapi, dia dan kami akan kembali dengan lebih kuat,” ucap pelatih Pacers Rick Carlisle. (dio)






