Malang (beritajatim.com) – Kepala Staf Kepresidenan RI, Anto Mukti (AM) Putranto melakukan peninjauan ke dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Tlogowaru, Kedungkandang, Kota Malang. Dalam kunjungannya, Putranto didampingi oleh Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat.
Dalam tinjauan ke dapur umum kedelapan yang telah dibangun di Kota Malang ini, Putranto menyampaikan sejumlah catatan penting. Salah satunya terkait pengelolaan limbah dari proses produksi makanan yang dinilainya belum optimal.
“Ini sepertinya jadi dapur SPPG ke sekian yang dibangun. Ada beberapa koreksi yang memang perlu disempurnakan. Bagus ada penggunaan limbah, treatment bagus. Sayangnya airnya dibuang begitu saja,” ujar Putranto.
Ia menyarankan agar air limbah dari pengolahan makanan dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan. Salah satu contohnya adalah dengan menggunakannya untuk menyirami tanaman sayur yang menjadi bahan baku makanan di dapur MBG tersebut.
“Saya perintahkan digunakan untuk menyirami tanaman bahan baku sayuran sehingga multifungsi dan tidak membuang air limbahnya. Kemudian yang saya perintahkan sudah dicatat untuk diperbaiki,” lanjutnya.
Selain itu, Putranto juga menyoroti pentingnya penataan alur masuk dan keluar bahan makanan yang harus tertata dengan rapi untuk menjaga kehigienisan dapur. Ia menegaskan bahwa dapur MBG hanya akan beroperasi selama masa sekolah, sejalan dengan tujuan utama program tersebut.
“Harus rapi dan higienis, kalau tidak begitu, tidak akan maksimal nanti. MBG ini akan terus beroperasi hanya saat mereka sekolah. Para siswa akan didistribusi langsung makanan bergizi dan bisa dinikmati di jam istirahat sekolah,” tegasnya.
Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintah untuk memastikan anak-anak sekolah mendapatkan asupan gizi yang baik selama proses belajar. Kota Malang menjadi salah satu wilayah percontohan dalam pelaksanaan program ini. [luc/ian]






