Kediri (beritajatim.com) – Institut Ilmu Kesehatan Bhakti Wiyata (IIK Bhakta) Kediri resmi meraih status Akreditasi Unggul dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), sebagaimana tertuang dalam Surat Keterangan Nomor 2309/SK/BAN-PT/Ak/PT/VI/2025.
Penyerahan sertifikat dilakukan Selasa (17/6/2025), menandai IIK Bhakta sebagai bagian dari 4 persen dari total 4.416 perguruan tinggi di Indonesia yang telah menyandang akreditasi tertinggi tersebut.
Sertifikat Akreditasi Unggul diserahkan langsung oleh Direktur Eksekutif BAN-PT Prof. Ari Purbayanto, Ph.D., kepada Rektor IIK Bhakta Prof. Dr. Apt Muhamad Zainuddin.
Turut hadir dalam acara ini Pembina Yayasan Bhakti Wiyata (YBW) Dr. Bambang Harsono Soehartono, MBA, Ketua YBW Dra. Ec. Lianawati Tjokrohartono, serta Ketua Pelaksana YBW dr. David Raditya Soehartono, B.Comm, MBA.
“Akreditasi Unggul pada IIK Bhakta ini artinya kinerja perguruan tinggi sudah melampaui standar nasional DIKTI,” ujar Prof. Ari dalam sambutannya.
Pencapaian ini mencerminkan dedikasi dan kolaborasi seluruh civitas akademika IIK Bhakta dalam menciptakan institusi pendidikan tinggi yang berkualitas dan kompetitif secara nasional.
IIK Bhakta sendiri menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pendidikan tenaga kesehatan unggul, baik di tingkat nasional maupun global.
“Karena Bhakti Wiyata adalah PLUS. Kita adalah Prima, Luhur, Unggul, dan Sejahtera. Sekali lagi terima kasih kepada pendiri karena memiliki harapan luar biasa terhadap Bhakti Wiyata, yang membuat Bhakti Wiyata berusaha untuk mencapai dan merealisasikan harapan-harapan itu,” kata dr. David.
Akreditasi Unggul membuka peluang lebih besar bagi mahasiswa dan alumni IIK Bhakta untuk meraih pengakuan internasional, beasiswa, pertukaran pelajar, dan kemitraan dengan institusi global. Status ini juga menjadi pendorong utama dalam pembukaan Fakultas Kedokteran Umum IIK Bhakta yang saat ini tengah dipersiapkan.
IIK Bhakta menargetkan menjadi institusi ilmu kesehatan unggulan di kawasan ASEAN pada 2030, melalui semangat “Bhakti untuk Negeri, Bhakta Mendunia”. Penguatan mutu akan terus dilakukan lewat pengembangan kurikulum, digitalisasi sistem pembelajaran, hingga pembangunan sarana berstandar internasional.
Salah satu wujud konkret pengembangan ini adalah pembangunan Gedung Cipto Utomo yang menjadi ikon pendidikan modern di Kota Kediri.
Seremoni topping off digelar pada hari yang sama, menandai penyelesaian tahap pertama gedung setinggi empat lantai. Proyek ini dirancang untuk mencapai 14 lantai secara bertahap.
Nama “Cipto Utomo” diambil dari ayah Pendiri YBW, Dr. Bambang Harsono Suhartono, M.B.A., sebagai bentuk penghormatan sekaligus inspirasi bagi generasi masa depan yang akan mengabdi kepada negeri.
Gedung Cipto Utomo merupakan bagian dari Master Plan Pengembangan Kampus IIK Bhakta 2030, yang mencakup ekspansi fisik, modernisasi fasilitas, dan peningkatan kolaborasi akademik global.
IIK Bhakta menargetkan menjadi Center of Excellence dalam pendidikan tenaga kesehatan di Asia Tenggara dengan memadukan pendekatan riset, teknologi, dan pengabdian masyarakat.
Fasilitas baru ini akan memperluas akses mahasiswa terhadap sistem pembelajaran berbasis teknologi, kegiatan praktikum modern, riset ilmiah, serta pengembangan soft skill dalam lingkungan yang kolaboratif.
Kehadiran gedung ini juga diharapkan mendorong kerja sama antar lembaga, baik di dalam maupun luar negeri, sekaligus memperkuat peran IIK Bhakta sebagai penyedia tenaga kesehatan yang adaptif dan berkualitas di era global. [nm/but]






