Malang (beritajatim.com) – Ketegangan antara Iran dan Israel yang kembali memanas memicu kekhawatiran di berbagai belahan dunia. Di tengah situasi geopolitik yang tidak menentu, Duta Besar Republik Indonesia untuk Mesir, Dr. (HC) Lutfi Rauf, M.A., memastikan bahwa keselamatan Warga Negara Indonesia (WNI) di Mesir tetap terjaga dan berada dalam manajemen krisis yang terkoordinasi dengan baik.
Menurut Dubes Lutfi Rauf, hingga saat ini kondisi ratusan WNI yang bermukim di Mesir masih dalam keadaan aman. Meskipun letak geografis Mesir yang berdekatan dengan Israel menjadi perhatian, pemerintah melalui KBRI telah mengaktifkan sistem pemantauan dan mekanisme perlindungan yang komprehensif.
“So far, alhamdulillah sampai saat ini masih aman,” ujarnya.
Dubes menegaskan bahwa Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI telah menjalankan protokol darurat dan kebijakan perlindungan terhadap WNI di luar negeri, khususnya di negara-negara dengan potensi risiko tinggi seperti Mesir. Selain itu, Kemenlu juga telah meluncurkan kesiapsiagaan untuk melakukan evakuasi jika konflik di kawasan Timur Tengah meningkat secara drastis.
Langkah-langkah antisipatif tersebut meliputi koordinasi erat dengan otoritas lokal, pengawasan rutin terhadap keberadaan WNI, serta pembukaan jalur komunikasi darurat antara KBRI dan keluarga WNI di Indonesia. Menurut Dubes Lutfi, skenario evakuasi telah disiapkan secara matang sebagai bentuk perlindungan maksimal terhadap warga Indonesia.
“Dengan sistem dan mekanisme yang ada, kebijakan yang ada, tentu yang kita perlintaskan adalah melindungi warga kita. Sejauh ini aman,” jelasnya saat menghadiri Wisuda ke-118 Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (19/6/2025).
Ia juga menekankan pentingnya kesiagaan bersama antarwarga dan koordinasi lintas lembaga guna mencegah dampak lanjutan dari potensi eskalasi konflik.
“Dan kita berharap eskalasi jangan berlangsung karena akan mempengaruhi keseluruhan,” pungkasnya dalam sesi wawancara singkat. [dan/beq]






