Firenze (beritajatim.com) – Marc Marquez boleh saja memimpin klasemen MotoGP dengan 233 poin. Dia unggul 32 poin dari runner-up sekaligus adiknya, Alex Marquez. Tetapi, jelang GP Italia akhir pekan ini, koleksi poin Marc terancam.
Sebab, balapan akan digeber di sirkuit Mugello, Firenze. Ya, pembalap Ducati itu memang lebih sering apes daripada berjaya ketika tampil di sirkuit sepanjang 5,245 km itu. Buktinya, Marc hanya sekali juara pada edisi 2014 alias 11 tahun silam sepanjang partisipasinya di MotoGP.
Setelah itu, posisi finis terbaik pembalap 32 tahun tersebut di Mugello adalah runner-up. Itu pun hanya terjadi di dua musim, 2016 dan 2019.
Di lain sisi, rival sekaligus rekan setim Marc, Francesco Bagnaia, bisa mencuri kesempatan. Sebab, selain tampil di negeri sendiri, Bagnaia merupakan pemenang GP Italia dalam tiga musim terakhir.
Kesempatan besar melanjutkan hegemoni di Mugello bakal jadi cara terbaik bagi Pecco–sapaan Bagnaia–mengatrol poin. Saat ini, Bagnaia ada di posisi 3 dengan 140 poin.
Sedangkan untuk Alex, sejak promosi ke MotoGP pada 2020, dia belum pernah juara di Mugello. Posisi terbaiknya adalah tahun lalu ketika finis di peringkat kesembilan.
“Bagnaia sangat mengenal Mugello. Dia tahu spot terbaik di sana untuk memenanginya,” papar mantan pembalap Ducati Neil Hodgson kepada TNT Sports. (dio)






