Bondowoso, (beritajatim.com) – Sinar matahari sudah naik cukup tinggi. Jarum jam menunjukkan angka 9, Minggu (15/6/2025). Di Desa Kasemek, Kecamatan Tenggarang, Bondowoso, sejumlah orang berlalu lalang masuk ke sebuah gang.
Mayoritas dari mereka membawa joran pancing yang menempel mesra di punggung. Outfitnya nyaris sama. Mengenakan celana pendek, jaket atau baju lengan panjang serta topi atau penutup kepala lainnya.
Ratusan orang itu sengaja hadir untuk mengikuti lomba memancing ikan lele di kolam pemancingan milik Badan Usaha Milik Desa (BUMDES) Kasemek.
Sebelum menyentuh titik gerbang masuk, beberapa di antaranya berhenti lalu menyodorkan sejumlah uang kepada sosok pria paruh baya. Penjual umpan.
Yang dibeli beragam. Cacing, daging ayam hingga telur ayam kampung. Pembeliannya antara Rp 5 ribu sampai Rp 20 ribu. Bekal sebelum para mancing mania mengadu nasib di tempat lomba.
Hadiah yang menanti tak tanggung. Jawara berhak membawa pulang motor Yamaha Vixion. Sedangkan peringkat 2 hingga 7 akan mendapatkan uang tunai total Rp 6 juta. Dibagi secara proposional. Sesuai seberapa berat ikan lele yang didapat.
Ulum, peserta lomba rela meninggalkan pekerjaannya sementara sebagai pedagang sapi. Biasanya, hari Minggu ia pergi ke pasar hewan di luar Bondowoso untuk berniaga.
“Tapi karena ada lomba mancing hadiahnya motor Vixion, saya pilih libur kerja,” seloroh warga Desa Grujugan Kidul, Kecamatan Grujugan ini.
Menurutnya, lomba memancing lele dumbo jenis Sangkuriang cukup menantang. Berat lele berkisar antara 2,5-7 kilogram. “Strike itu yang bikin senang. Joran patah itu udah biasa,” akunya.
Sebagai peserta, ia sudah membayar biaya pendaftaran sebesar Rp 250 ribu. Harapannya, mendapatkan hasil terbaik.
Entah itu uang tunai yang lebih besar dari biaya pendaftaran, atau syukur-syukur dapat hadiah utama. “Menang kalah itu sudah biasa dalam pertandingan. Tentu saya sudah siap (terima hasilnya),” akunya.
Hasan Saiful Bari, Sekretaris Desa Kasemek menjelaskan bahwa BUMDES setempat sudah rutin menggelar event lomba memancing.
“Ada event memancing lele, nila atau tombro. Kali ini lele dengan total yang dijok (ditebar) 3 kuintal. Pernah kami menggelar event dengan pendaftaran Rp 500 ribu, total hadiah Rp 25 juta dengan jok 3 ton,” paparnya.
Mekanisme lomba kali ini terdapat 2 sesi. Jok pertama dengan hadiah yang lebih kecil. Sedangkan jok kedua berhadiah utama motor Yamaha Vixion dan uang tunai Rp 6 juta.
“Kami berharap ke depan BUMDES Kasemek semakin maju. Terlebih dukungan komunitas mancing mania sangat besar. Di event ini saja, peserta dari Jember dan Situbondo juga hadir,” sebut pria yang karib disapa Ipung tersebut.
Pihaknya juga mengidamkan kelak BUMDES Kasemek bisa memelihara lele dumbo sendiri untuk dijadikan hadiah lomba memancing.
“Selama ini kami beli dari Jember dan Situbondo. Jika kami bisa berkembang lebih baik, bisa jadi panitia lomba memancing di daerah lain mengambil ikannya dari kami,” tegas.
Sebagai tambahan, juara 1 lomba tersebut diraih oleh lapak 90 berasal dari Jember. Di peringkat kedua dan ketiga adalah lapak 53 dan 61 dari Situbondo. [awi/aje]






