Pacitan (beritajatim.com) – Tingkat ketercapaian lulusan SMA dan SMK di Kabupaten Pacitan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN) tahun ajaran 2025/2026 masih tergolong memprihatinkan. Berdasarkan data Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jawa Timur Wilayah Pacitan, hanya 217 dari total 4.876 lulusan yang diterima di PTN. Jumlah tersebut setara dengan hanya 4,45 persen lulusan.
Kepala Cabdindik Jatim Wilayah Pacitan, Indyah Nurhayati, menyampaikan bahwa siswa yang diterima tersebut berasal dari dua jalur seleksi nasional, yaitu 96 orang melalui jalur prestasi atau Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), dan 121 orang melalui jalur tes atau Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT).
“Jumlah ini belum mencerminkan potensi sebenarnya. Banyak siswa sebenarnya punya peluang, tapi minat untuk melanjutkan ke perguruan tinggi masih sangat rendah,” ungkap Indyah, ditulis Kamis (5/6/2025).
Ironisnya, meski sekolah-sekolah di Pacitan telah memiliki akreditasi baik—terdapat 16 SMA negeri yang terakreditasi A dan B—hal ini belum cukup untuk mendongkrak partisipasi siswa dalam seleksi nasional. Upaya pemerintah untuk mendorong kelanjutan pendidikan ke kampus lokal pun belum menunjukkan hasil signifikan.
“Sudah ditawari bantuan pun masih banyak yang menolak,” tambahnya.
Indyah juga mengamati bahwa sebagian besar lulusan SMK memang diarahkan untuk langsung bekerja atau membuka usaha sendiri. Namun, ia mengingatkan agar keputusan untuk menikah muda pasca kelulusan tidak menjadi pilihan utama.
“Semangat untuk melanjutkan pendidikan harus ditumbuhkan sejak awal. Jangan sampai siswa kehilangan arah setelah lulus,” tegasnya.
Cabdindik Jatim Wilayah Pacitan mendorong seluruh SMA dan SMK agar lebih aktif memberikan bimbingan karier dan motivasi kepada siswa. Tujuannya adalah menumbuhkan kesadaran bahwa pendidikan tinggi memiliki peran penting sebagai bekal masa depan, terutama di tengah tantangan ketenagakerjaan dan transformasi ekonomi. [tri/beq]






