Gresik (beritajatim.com)- Kasus pembobolan pencurian dua sekolah di lokasi berbeda kembali terjadi di wilayah Kabupaten Gresik. Sekolah yang mengalami kasus ini yakni Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al Falah beralamat di Desa Kedanyang, Kecamatan Kebomas, dan SMP dan SMK Manbaul Ulum Jalan Sunan Giri Gang 7/23 Gresik.
Imbas kejadian itu, kerugian material yang ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Ditambah barang elektronik berupa laptop, gaji guru honorer serta satu unit tablet dan lain-lain amblas dicuri.
Setelah dilakukan penyelidikan serta memeriksa sejumlah saksi, polisi tidak membutuhkan waktu lama. Dua pelaku pencurian yang membobol sekolahan tersebut berhasil diringkus. Masing-masing berinisial ART (36) asal Sugihwaras Bojonegoro, dan AS (35) asal Sukamulya Kabupaten Tangerang yang indekos di Jalan Gadukan Rukun Krembangan Surabaya .
Kasatreskrim Polres Gresik AKP Abid Uais Al-Qarni Aziz mengatakan, kasus tersebut terjadi Rabu (7/5). Dua pelaku menjalankan aksinya di dua lokasi yang berbeda.
“Saat dilakukan penyelidikan serta sejumlah saksi-saksi.Dua pelaku ART dan AS merupakan spesialis pembobol pencurian di sekolah,” katanya, Senin (2/6/2025).
Kedua pelaku berbagi peran sewaktu beraksi. Pertama melakukan pencurian di sekolah MI Al Falah Desa Kedanyang. Aksi kedua mencuri di sekolah SMP dan SMK Manbaul Ulum Jalan Sunan Giri Gang 7/23 Gresik.
“Aksi pertama terungkap saat petugas kebersihan curiga di ruang guru ada almari kunci sudah rusak bekas dicongkel. Selanjutnya melapor kejadian ini ke Polsek Kebomas. Beberapa hari kemudian Sabtu (10/5) salah seorang guru di Yayasan SMP dan SMK Manbaul Ulum berniat mengerjakan tugas sekolah. Namun, ruangannya sudah berantakan,” ungkap Abid.
Sewaktu dicek lagi lanjut Abid, kondisi plafon atap ruang wakil kepala sekolah jebol serta membawa kabur uang ditaksir senilai Rp 5 hingga Rp 60 juta.
“Terungkapnya kasus ini karena salah pelaku ART diketahui keberadaannya di wilayah Bojonegoro. Mendapat informasi ini tim bergegas mencari dan mengamankan pelaku berinisial ART yang posisinya berada di rumahnya,” paparnya.
Dari pengakuan ART, polisi akhirnya bisa mendeteksi keberadaan AS yang berada di tempat indekosnya.
“Usai kami lakukan penangkapan kedua pelaku berinisial ART dan AS beserta barang bukti diamankan dan dimintai keterangan lebih lanjut. Dari pengakuannya uang hasil kejahatan dipakai bermain judi online,” pungkas Abid. [dny/aje]






