Pacitan (beritajatim.com) – Tiga warga korban pembacokan brutal di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Pacitan, hingga Kamis (29/5/2025) masih menjalani perawatan intensif di RSUD dr. Darsono Pacitan. Ketiganya—Hartati, Febika, dan Tri Wulandari—dirawat di Ruang Melati B rumah sakit tersebut dan dijadwalkan menjalani operasi lanjutan siang ini.
Kapolres Pacitan, AKBP Ayub Diponegoro Azhar, saat menjenguk korban menyatakan bahwa total ada tujuh korban dalam insiden ini. “Hasil penyelidikan sementara ada tujuh korban, empat sudah diperbolehkan pulang dan menjalani rawat jalan, sedangkan tiga lainnya, salah satunya lansia, mengalami luka cukup berat dan akan dioperasi,” ujarnya.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan pemerintah desa dan Polsek setempat untuk membantu meringankan biaya pengobatan korban yang masih tercatat sebagai pasien umum.
“Kami sudah berkoordinasi dengan pihak desa dan Polsek untuk mencarikan solusi pembiayaan. Saat ini mereka masih tercatat sebagai pasien umum. Bagaimanapun juga, mereka adalah korban dan kami berharap bisa dibantu lewat program bantuan kesehatan sosial,” tambah Kapolres.
Sementara itu, pelaku pembacokan bernama Eko Armand Arifianto alias Slamet (28) telah dibawa ke Rumah Sakit Jiwa Daerah Surakarta untuk menjalani pemeriksaan kejiwaan. Kepolisian menunggu hasil assessment guna menentukan kelanjutan proses hukum.
“Pelaku kita bawa ke Solo untuk memastikan kondisi kejiwaannya, apakah memang mengalami gangguan atau depresi. Jika hasil assessment menyatakan sehat, maka akan kami kenakan pasal penganiayaan,” tegas AKBP Ayub.
Seperti diberitakan sebelumnya, insiden terjadi pada Rabu (28/5/2025) sore ketika pelaku mengamuk dengan sabit dan melukai tujuh warga. Dugaan awal menyebutkan pelaku mengalami gangguan kejiwaan yang kambuh saat kejadian. [tri/beq]






