Pacitan (beritajatim.com) – Puluhan sekolah di Kabupaten Pacitan mengalami kerusakan fisik dengan tingkat keparahan yang bervariasi. Namun, keterbatasan anggaran membuat perbaikan hanya bisa dilakukan untuk separuhnya tahun ini.
Dari total 80 sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) yang mengalami kerusakan, hanya sekitar 40 yang mendapat prioritas perbaikan menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) senilai Rp2,5 miliar.
Salah satu sekolah yang mengalami kerusakan cukup parah adalah SDN 2 Ketroharjo, Kecamatan Tulakan. Jendela, plafon, dan atap sekolah terlihat lapuk dan berpotensi membahayakan siswa. Kondisi ini mendorong Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan (Dindik) Pacitan, Wahyono, turun langsung meninjau lokasi.
“Bangunan bagian belakang, khususnya kelas 1 dan 2, memang memerlukan penanganan segera karena kerusakannya bisa membahayakan siswa,” ujar Wahyono ditulis Kamis (22/5/2025). Ia menambahkan bahwa meskipun tampak depan bangunan terlihat baik, secara keseluruhan kondisi sekolah tetap membutuhkan perbaikan.
Dindik mencatat bahwa sebagian besar kerusakan disebabkan oleh usia bangunan yang sudah tua dan kondisi tanah yang labil. Selain kerusakan fisik seperti plafon, pagar, dan lantai, beberapa sekolah juga terdampak longsor pada bagian talud.
“Kami akan menangani sisanya secara bertahap tahun depan, sesuai dengan ketersediaan anggaran,” kata Wahyono. [tri/aje]






