Pasuruan (beritajatim.com) – Fenomena bolos massal siswa SMKN 2 Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, kian mengkhawatirkan. Para siswa dilaporkan kerap keluar saat jam pelajaran untuk nongkrong di warung dan area parkiran sekitar sekolah.
Guru dan staf sekolah setiap hari harus bersusah payah mengejar siswa yang membolos. Namun, upaya itu kerap tidak membuahkan hasil karena para siswa berpindah-pindah tempat agar tidak terjaring pengawasan.
“Kita setiap hari kejar-kejaran mencari siswa yang bolos, harus memutar desa agar anak-anak bisa ketemu dan dibawa masuk sekolah,” ujar Rofik, guru kelas sekaligus bagian kesiswaan SMKN 2 Sukorejo, Selasa (20/5/2025).
Senada dengan Rofik, guru Bimbingan Konseling (BK) Lidya juga mengaku kewalahan. Ia menyebut sejumlah warung kopi dan area parkiran menjadi titik favorit para siswa untuk menghindari pelajaran.
“Setiap hari ada aja yang bolos, mereka nongkrong di warung dan parkiran yang ada di sekitar sekolah,” ungkapnya.
Melihat kondisi yang kian meresahkan, para guru dan wali murid akhirnya meminta bantuan kepada Kepala Desa Lecari. Mereka berharap ada dukungan dari pemerintah desa agar pemilik warung dan area parkir tidak lagi melayani siswa selama jam sekolah.
Menanggapi hal ini, Kepala Desa Lecari Didik Sugiarto menyatakan kesiapannya untuk membantu. Ia akan memanggil para pemilik warung dan parkiran untuk diberikan imbauan.
“Akan kita bantu penyampaian kepada pemilik warung dan parkiran, agar tidak dijadikan tempat bolos sekolah nantinya,” kata Didik.
Dari data yang dihimpun, terdapat sekitar 15 warung dan lokasi parkiran di sekitar SMKN 2 Sukorejo yang kerap dijadikan tempat nongkrong siswa. Situasi ini menjadi perhatian serius menjelang pelaksanaan ujian sekolah pada Juni mendatang. Pihak sekolah berharap adanya sinergi antara guru, orang tua, dan perangkat desa untuk mengatasi persoalan ini. [ada/beq]






