Pacitan (beritajatim.com) – Program Sekolah Rakyat gagasan Presiden Prabowo Subianto mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat Pacitan. Hingga pertengahan Mei 2025, lebih dari 200 warga mendaftar untuk mengikuti program pendidikan gratis tersebut, meski kuota awal hanya tersedia untuk 50 siswa atau dua rombongan belajar (rombel).
Melihat tingginya antusiasme masyarakat, Pemerintah Kabupaten Pacitan melalui Dinas Sosial langsung mengajukan penambahan empat rombel ke pemerintah pusat. “Dengan tambahan itu, kami berharap total bisa menjadi enam rombel untuk menampung 150 siswa,” ujar Plt Kepala Dinsos Pacitan, Khemal Pandu Pratikna, ditulis Senin (19/5/2025).
Menurutnya, Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji telah berkoordinasi langsung dengan Kementerian Sosial dan Kementerian PUPR agar pengajuan tambahan segera ditindaklanjuti. Langkah ini menjadi bukti komitmen pemerintah daerah dalam mendukung program prioritas nasional di bidang pendidikan.
Sekolah Rakyat tahap pertama dijadwalkan mulai berjalan pada tahun ajaran 2025/2026, dengan lokasi kegiatan belajar di Gedung Diklat BKPSDM Pacitan. Fokus program tahap awal ditujukan untuk jenjang SMA, menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu yang masuk kategori desil satu dan dua dalam Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
“Verifikasi administratif terhadap para pendaftar masih berlangsung. Kami pastikan proses seleksi berlangsung objektif dan transparan,” tegas Khemal.
Setiap siswa akan mendapatkan pembiayaan pendidikan sebesar Rp45 juta per tahun yang sepenuhnya ditanggung oleh pemerintah. Program ini diharapkan mampu menjadi solusi atas ketimpangan akses pendidikan berkualitas, khususnya di daerah tertinggal seperti Pacitan. [tri/beq]






