Sumenep (beritajatim.com) – Bagi yang ingin merasakan suasana berbeda saat menikmati akhir pekan, khususnya di hari Minggu, tidak ada salahnya mencoba pengalaman unik di Pasar Kebun, sebuah destinasi wisata yang berlokasi di Desa Saroka, Kecamatan Saronggi, Kabupaten Sumenep, Madura.
Pasar ini bukan sekadar tempat jual beli. Di Pasar Kebun, pengunjung bisa menikmati makanan tradisional khas Madura sambil menyusuri sungai kecil menggunakan perahu kayu yang dikayuh manual oleh warga setempat.
Perahu yang digunakan adalah sampan, berkapasitas 4-5 orang, dan menjadi salah satu daya tarik utama pengunjung. “Asyik juga ternyata naik perahu dayung itu. Santai keliling sungai sambil melihat suasana di Pasar Kebun,” kata salah satu pengunjung, Firda, Minggu (18/5/2025).
Pasar Kebun baru berusia satu bulan, namun konsepnya yang unik langsung menyita perhatian masyarakat. Di sini, pengunjung tidak menggunakan uang tunai untuk bertransaksi. Semua pembayaran dilakukan menggunakan koin kayu. Sistem ini menambah pengalaman menarik bagi siapa pun yang datang.
Koin kayu bisa diperoleh di area pintu masuk melalui stand “pamoropan pesse” atau tempat penukaran uang. Nilai satu koin kayu setara dengan Rp 2.500. Penukaran bisa dilakukan sesuai kebutuhan, dan sisa koin yang tidak digunakan bisa ditukar kembali menjadi uang tunai. Contohnya, jika seseorang menukar Rp 25.000 dan hanya menggunakan 6 koin, maka sisa 4 koin dapat dikembalikan menjadi Rp 10.000.
Untuk menikmati keliling sungai dengan perahu, pengunjung cukup membayar 2 koin saja. Namun, harus bersabar karena antusiasme pengunjung tinggi dan jumlah perahu yang beroperasi saat ini hanya tiga unit, semuanya milik warga lokal.
Selain naik perahu, pengunjung juga dimanjakan dengan aneka makanan khas Madura. Mulai dari tajin ora’, tajin rojak, ikan panggang, palotan pendheng, hingga nasi orap. Tidak ketinggalan aneka jajanan tradisional seperti lepet, lemet, gettas, korket cenge, bi’rubi’, karopok ora’, hingga kamboya tersedia di sini. Harga jajanan cukup terjangkau, mulai dari satu koin untuk jajanan kecil hingga empat koin untuk sebungkus nasi.
“Warga sini cukup antusias berjualan di Pasar Kebun. Yang dijual di sini memang makanan tradisional khas Sumenep. Ini untuk melestarikan dan mengingatkan kalau Sumenep punya makanan enak yang tidak kalah dengan daerah-daerah lain,” ujar Kepala Desa Saroka, Adi Fathorrahman.
Pasar Kebun buka setiap hari Minggu mulai pukul 06.00 hingga 14.00 WIB. Sebagian besar penjual adalah warga Desa Saroka, menjadikan pasar ini sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi lokal yang sejalan dengan pelestarian budaya kuliner.
Untuk menuju ke Pasar Kebun cukup mudah. Dari pertigaan kantor Kecamatan Saronggi, pengunjung tinggal berkendara ke arah timur melewati Desa Tanah Merah. Setelah memasuki wilayah Desa Saroka yang ditandai dengan tulisan besar di atas jalan, belok kiri setelah jembatan.
Di sana, pengunjung akan menemukan penanda bertuliskan “Pasar Kebbun” sebagai gerbang masuk ke area pasar yang berada di tengah kebun.
Jika Anda ingin menikmati suasana pasar tradisional dengan nuansa wisata dan budaya khas Madura, Pasar Kebun di Saroka bisa menjadi pilihan menarik di akhir pekan. Selain pengalaman kuliner, suasana pedesaan yang tenang dan hangat membuat siapapun merasa betah. [tem/suf]






